• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

MDMC Terlibat dalam Global Platform Pengurangan Risiko Bencana di Meksiko

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
28 Mei, 2017
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
MDMC Terlibat dalam Global Platform Pengurangan Risiko Bencana di Meksiko
Share

MEKSIKO, Suara Muhammadiyah- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah diwakili oleh Rahmawati Husein selaku Wakil Ketua menjadi bagian Delegasi RepubIik Indonesia (RI) yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  dan dihadiri oleh Ketua Komisi VIII DPR RI dalam pertemuan Global Platform Pengurangan Risiko Bencana. Bertempat di Cancun, Mexico pada 22-27 Mei 2017 dan diikuti sekitar 6000 peserta dari 185 negara dengan beberapa side event  yang masing-masing event dengan kajian topik tententu.

Side event bertema “Removing Barriers And Promoting Public-Private Cooperation In Disaster Risk Reduction” atau membangun kerjasama lebih baik antara pemerintah, swasta dan masyarakat sipil untuk pengurangan risiko bencana diselenggarakan oleh MIKTA forum multilateral negara-negara Mexico, Indonesia, Korea, Turki dan Australia. Berlangsung pada 25 April 2017 di Expo 4 Moon Palace Arena Cancun Mexico. Side event tersebut menindaklanjuti kerangka kerja Sendai periode tahun 2015-2030 mengenai pentingnya penguatan lokal termasuk masyarakat sipil dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

Turut hadir lima panelis untuk membahas topik bersama-sama, diantaranya adalah Rahmawati Husein selaku  Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Robert Thickner selaku Ambasador  Australia Bussines Roundtable For Disaster Resitence and Safer Communities, Luis Gomez Shanchez selaku President of The Stering Council  National Center For Suport To Epidemiological Contingencies and Disaster (Cenaced) Meksiko, , Mustafa Ozhan Yagci selaku  Co-Founder Global Risk Management (GRM) Iletism Ltd  Turkey, dan Thomas Loster selaku Chairman  Munich Re Foundation.

Rahmawati Husein menyampaikan bahwa pada side event dengan topik pembahasan “Removing Barriers And Promoting Public-Private Cooperation in Disaster Risk Reduction” diawali dengan pernyataan R. Thickner terkait bagaimana membangun kerjasama pemerintah dengan swasta dan masyarakat sipil untuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dengan memberikan motivasi untuk meningkatkan kepedulian  pembisnis agar terlibat dalam PRB.

Selain itu, Rahmawawati Husein juga menyampaikan pernyataanya terkait bagaimana manajemen bencana di Indonesia untuk dapat memperkuat kerjasama antara tidak hanya pihak swasta saja tetapi juga dengan organisasi masyarakat sipil. Maka menurutnya untuk membangun kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat sipil perlu dilakukan secara menyeluruh dan terus menerus. Sebagai contoh, Muhammadiyah membangun budaya PRB melaui Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB) dengan program Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Aman Bencana (Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster (HPCRED) Program).

HPCRED Program mendorong semua pihak dalam hal ini pemerintah yang diwakili Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), RS sebagai pihak swasta non profit, serta lembaga profesi seperti Komite Akreditasi RS, Assosiasi RS, serta masyarakat  untuk bersama-sama membuat platform baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah. Kerjasama tersebut tidak hanya berupa kata-kata tetapi menghasilkan kebijakan dan melakukan upaya peningkatan melalui pembuatan modul pelatihan hingga mengujinya melalui simulasi di lapangan.

Rahmawati Husein juga menyampaikan bahwa untuk mewujudkan kerjasama memerlukan kepercayaan. Seperti yang disampaikan oleh panelis lain, terkait pentingnya membangun kepercayaan antara pihak swasta dengan pemerintah dan masyarakat karena seringkali pihak swasta tidak dipercaya. “Swasta seringkali dianggap mencari kepentingan swasta sendiri,” kata Rahmawati (Sulis).

Tags: MDMCmuhammadiyahPengurangan resiko bencana
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
Amalan Kok Dihitung-Hitung

Amalan Kok Dihitung-Hitung

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In