‘Aisyiyah Libatkan Peran Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam Sosialisasi Kespro

 ‘Aisyiyah Libatkan Peran Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam Sosialisasi Kespro

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Peningkatan kualitas hidup masyarakat yang dalam hal ini di bidang kesehatan dan pemeriksaan kesehatan sering menemui kendala. Hal ini ditengarai karena adanya kepercayaan turun temurun serta mitos yang dipercayai oleh masyarakat. Salah satu tantangan yang dihadapi ‘Aisyiyah dalam mensosialisasikan kanker serviks atau kanker payudara yakni karena keengganan para perempuan untuk melakukan pemeriksaan IVA/Pap Smears dan Sadarnis mengingat daerah kewanitaan merupakan hal yang tabu bagi sebagian orang.

Berangkat dari hal tersebut, salah satu alternatif yang dilakukan ‘Aisyiyah yakni dengan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam setiap program yang dilakukan. Hal ini mengingat peran kedua tokoh tersebut yang dinilai mampu menyampaikan nilai-nilai positif program untuk bisa meyakinkan masyarakat melalui kegiatan dakwahnya atau perkumpulan kampung.

Dalam rangka menguatkan dukungan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam setiap program yang salah satunya yakni program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) ‘Aisyiyah, beberapa Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) meliputi Kabupaten Magelang, Sambas, serta Mempawah menggelar kegiatan Refreshment Dukungan Tokoh Agama pada bulan Mei 2017.

Ketua PDA Magelang, Nida Ul Hasanah mengatakan bahwa untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat perlu melibatkan semua pihak termasuk dalam hal ini tokoh agama.

“Mereka memang harus dilibatkan, apalagi dalam hal peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait kesehatan,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PDA Mempawah Dwi Suhartini yang mengungkapkan pentingnya kontribusi tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa bersinergi dengan kegiatan ‘Aisyiyah.

“Kami menganggap penting bahwa dari tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa bersinergi menyuarakan tentang kegiatan–kegiatan MAMPU ‘Aisyiyah terutama tentang penyuluhan kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Provinsi Kalimantan Barat, Yumi Harti mengharapkan adanya edukasi yang bersinergi terus menerus antara PDA dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, sinergi antar majelis, serta meningkatkan sosialisasi dari tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga ibu-ibu di Mempawah bisa menganggap perlu untuk memeriksakan diri sedini mungkin.

“Temuan – temuan di lapangan bahwa kondisi masyarakat Mempawah masih malu untuk memeriksakan diri sedini mungkin. Mereka datang ke PUSKESMAS untuk memeriksakan diri, apabila sudah terjadi keluhan-keluhan yang biasanya sudah terindikasi pada stadium lanjut perlu menjadi perhatian kita,” tuturnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Mempawah berharap, kedepan pihaknya turut dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah terutama pada saat penyuluhan reproduksi perempuan. “Dengan demikian sinergi untuk kemanfaatan umat yang lebih besar bisa tercapai,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah berharap agar tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat lebih berperan aktif untuk terlibat dalam kegiatan kesehatan reproduksi. “Diharapkan kepedulian akan kesehatan reproduksi terus meningkat tidak hanya dikalangan kaum perempuan saja tetapi juga laki-laki,” tandasnya (Suri/Yusri)

 

Exit mobile version