• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Jumat, Maret 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Bina Ideologi Penggerak Media Muhammadiyah, Haedar: Harus Paham Muhammadiyah Secara Menyeluruh

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
15 Juni, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bina Ideologi Penggerak Media Muhammadiyah, Haedar: Harus Paham Muhammadiyah Secara Menyeluruh
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah– Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah menggelar Pembinaan Ideologi penggerak media Muhammadiyah selama 1 hari. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa di tangan para penggerak media Muhammadiyah nasib masa depan informasi.

Dengan dinamika media yang kian dahsyat, selain menghadapi persaingan, media Muhammadiyah harus memperkuat identitas dan basis ideologi yang dimilikinya agar terbawa arus. “Jika tidak bisa hadir secara dinamis Muhammadiyah juga akan kewalahan menghadapi kondisi yang ada di luar,” tutur Haedar di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro, Rabu (14/6).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Menurut Haedar kondisi saat ini menunjukkan bahwa seluruh informasi mampu dikemas sedemikian rupa dan menunjukkan bahwa tidak ada media yang betul-betul objektif. Sedangkan di saat yang sama, kondisi dunia saat ini dipenuhi oleh kontestasi tafsir.

“Dunia ini dibangun di atas tafsir bahwa siapa yang punya kekuatan hegemoni maka ia yang akan menguasai. Kalau tidak pandai-pandai orang Muhammadiyah baik yang sudah lama ataupun awam bisa terbawa. Oleh karena itu harus benar-benar paham Muhammadiyah secara keseluruhan,” lanjutnya.

Haedar menambahkan bahwa pembahasan terkait manhaj Muhammadiyah yang dicuatkan pada pengajian Ramadhan lalu merupakan respons menanggapi situasi banyaknya tafsir dan pemikiran yang berkembang di dalam Muhammadiyah. Tidak jarang, arus tersebut membuat warga Muhammadiyah sendiri kehilangan arah.

“Warga Muhammadiyah tak terkecuali, termasuk para penggerak media hendaknya paham betul apa perbedaan antara gerakan Muhammadiyah dengan gerakan-gerakan lainnya yang ada di luar sana. Karena banyak yang salah kaprah mengasosiasikan Muhammadiyah dengan berbagai gerakan Islam lainnya,” tandas Haedar.

Pembinaan Ideologi tersebut dihadiri sekurangnya 50 peserta dari sejumlah media Muhammadiyah yang ada. Di antaranya Suara Muhammadiyah, Website Muhammadiyah, TV Muhammadiyah (TVMu), RadioMu, dan Menara 62. (Th)

Tags: Haedar NashirMediamuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Lakukan Konservasi dan Rehabilitasi, UM Palangkaraya Terima Hibah 2 Milyar

Lakukan Konservasi dan Rehabilitasi, UM Palangkaraya Terima Hibah 2 Milyar

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In