• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Haedar Nashir: Kalau Radikal Dilawan Radikal, Akan Menimbulkan Radikal yang Baru

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
21 Agustus, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
1
Share

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan bahwa menghadapi gerakan radikal harus dilakukan dengan bijak. Dalam hal ini dengan menggunakan pendekatan moderasi. Tidak dengan memakai pendekatan radikal atau sering disebut sebagai deradikalisasi.

“Karena kalau radikal dilawan radikal, akan menimbulkan radikal yang baru,” tutur Haedar di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, Minggu, 9 Juli 2017.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Menurutnya, dalam menghadapi kelompok radikal, masyarakat harus didik untuk cerdas menyerap dan memilah informasi. Literasi menjadi benteng terbaik dari invasi ideologi dan paham radikal. Ditambah dengan bekal pengetahuan agama yang moderat.

Haedar mengatakan literasi dapat membantu masyarakat untuk cerdas, mampu berpikir kritis dan luas. Masyarakat yang terdidik bisa melawan paham tersebut dengan cara yang bukan radikal.

Yang terjadi selama ini, kata Haedar, suatu paham radikal dilawan dengan radikal yang kemudian menghasilkan radikal baru. Adanya kutub ekstrem kiri menghasilkan reaksi munculnya kutub ekstrem kanan. Misalnya, radikal Islam kanan mungkin muncul karena paham radikal kiri yaitu sekuler atau komunis.

Oleh karena itu, dibutuhkan literasi terus-menerus dalam rangka memahamkan masyarakat. Literasi merupakan upaya jangka panjang. Sehingga tidak dibutuhkan tindakan yang gegabah yang justru akan menimbulkan efek melahirkan radikal baru.

Haedar juga menyampaikan, paham Islam radikal yang melahirkan kekerasan tidak bisa dikatakan ajaran agama, seperti halnya tindakan ISIS. Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin tidak memberikan toleransi bagi semua tindakan radikal. (Ribas)

Tags: Haedar Nashirmuhammadiyahradikal
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
MDMC Terima Program Magang Mahasiswa Eropa

MDMC Terima Program Magang Mahasiswa Eropa

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In