• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Teguhkan Ideologi Muhammadiyah, PPAD Gelar Baitul Arqam Bagi Ustadz dan Karyawan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
13 Juli, 2017
in Dinamika persyarikatan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Teguhkan Ideologi Muhammadiyah, PPAD Gelar Baitul Arqam Bagi Ustadz dan Karyawan
Share

TEGAL, Suara Muhammadiyah- Pesantren Ahmad Dahlan Balapulang Kabupaten Tegal  mengadakan Baitul Arqam pada Selasa-Rabu (11-12/7). Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal ini diikuti oleh sekitar 30 orang yang meliputi ustadz-ustadzah, karyawan, serta staf tata usaha Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Balapulang.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tegal, Fathin Hammam Dhomiri menuturkan bahwa kegiatan Baitul Arqam ini merupakan sebuah langkah nyata peneguhan ideologi Muhammadiyah.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Dalam pendekatan analisa SWOT, kata Hammam, terdapat beberapa tantangan yang sedang dihadapi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam. Beberapa di antaranya yaitu kemunduran militansi berMuhammadiyah, melemahnya solidaritas antar warga Muhammadiyah, adanya rasa sektoral dalam pengelolaan amal usaha, serta tarikan pada politik praktis.

“Tantangan lainnya adalah melemahnya gerakan dakwah, mencoba-coba ikut paham yang tidak sejalan dengan Muhammadiyah, dan terakhir menurunnya penguasaan ilmu-ilmu agama,” tuturnya.

Menurut Hammam, sebagai jawaban dari tantangan tersebut perlu langkah nyata yang harus dilakukan. Di antaranya yaitu gerakan literasi membaca dan menulis, serta mendalami apa itu ideologi Muhammadiyah khususnya bagi para guru atau pendidik di Pondok Pesantren Ahmad Dahlan.

“Bagaimana mungkin melahirkan kader Muhammadiyah yang militan kalau gurunya tidak memahami Muhammadiyah. Sebagaimana kaidah “faqqidu sya’i la yu’ti” siapa yang tidak memiliki tidak mungkin bisa memberi. Dengan Baitul Arqam semoga  akan lahir kecintaan terhadap persyarikatan dan selanjutnya memperjuangkan tujuan Muhammadiyah,” tandasnya (Hendra Apriyadi/GusMun).

Tags: Baitul ArqamIdeologimuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Hadiri Hari Bermuhammadiyah di Tegal, Abdul Mu’thi Ajak Warga Tingkatkan Gerakan Dakwah

Hadiri Hari Bermuhammadiyah di Tegal, Abdul Mu’thi Ajak Warga Tingkatkan Gerakan Dakwah

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In