• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Bupati Karanganyar: Nasyiatul Aisyiyah Harus Berfikir Positif, Jangan Memaksakan Kehendak

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
2 Agustus, 2017
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bupati Karanganyar: Nasyiatul Aisyiyah Harus Berfikir Positif, Jangan Memaksakan Kehendak
Share

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memberikan ‘wejangan’nya kepada para Kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) dalam kegiatan Musyawarah Daerah Nasyiatul Aisyiyah Periode Muktamar XIII tahun 2016 – 2020 yang diselenggarakan Ahad,( 30/07) di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Salah satu yang disampaikan orang nomor 1 di  Pemerintahan Kabupaten Karanganyar tersebut adalah tentang berfikir positif.

Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk berfikir positif termasuk Nasyiah. Menurutnya dalam kehidupan dunia yang hanya sendau gurau dan permainan ini setiap manusia memiliki pemikiran sendiri – sendiri sehingga tidak sepatutnya sebagai warga Muhammadiyah untuk saling memaksakan kehendak pribadinya kepada orang lain.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Sebagai ilustrasi Bupati Juliyatmono  mempraktikkan terorinya  dengan meminta 6 orang sebagai model untuk naik ke atas panggung. Masing – masing dari setiap orang memegang kertas dengan mata tertutup. Bupati kemudian memberikan perintah untuk melipat dan menyobek kertas tersebut di masing – masing sisinya. Setelah perintah selesai maka Bupati meminta untuk membuka kertas dan ternyata hasil akhir sobekan berbeda. Hal tersebut menurut Bupati menunjukkan bahwa dengan perintah yang sama dan waktu yang sama ternyata hasil akhir berbeda. Sehingga sebagai warga Muhammadiyah tidak seharusnya memaksakan kehendak pribadinya.

“Dalam organisasi masing – masing orang berbeda cara berfikirnya, tidak bisa sama, kalo kita paksakan maka ‘geger’, sumber kebenaran itu dari Allah Subhanahu wa ta’ala”, tuturnya.

Sebelum membuka Musda NA, Juliyatmono mengajak NA untuk berfikir yang baik yaitu berfikir dengan mengolah data. Salah satu contoh penerapan berfikir dengan mengolah data adalah ‘memasak’. “Anak – anak muda saatnya berfikir, mari berfikir mengolah data seperti memasak makanan”, tambahnya.

Musyda Nasyiatul Aisyiyah dibuka oleh Bupati Karanganyar, dimulai sekitar pukul 08.20 WIB. Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Ummie Masruroh,  dalam pidato iftitahnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh sekurangnya 180 peserta dari PDNA, PCNA maupun dari PRNA se-Kabupaten Karanganyar.

Ummie menegaskan Nasyiah  adalah merupakan wadah pertemuan kaum muda untuk bergerak di bidang perempuan, kemasyarakatan, keagamaan dan pendidikan. NA sendiri merupakan kader penyempurna AUM. “Nasyiah diharapkan menjadi kader pelangsung dan penyempurna AUM”, tegasnya.

Ada beberapa agenda yang dibahas dalam Musyda diantaranya adalah laporan pertanggungjawaban, pembahasan materi dan pemilihan pemimpin. Mengakhiri pidato iftitahnya, Ummie berharap PDNA mampu melaksanakan program – program Nasyiatul Aisyiyah. “Harapannya, PDNA agar memenuhi program – program yang telah disepakati bersama”, pungkasnya. (MPI PDM Kra – JOe/Oew)

Tags: KaranganyarmuhammadiyahNasyiatul Aisyiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
UM Surakarta Kirim Puluhan Mahasiswanya Magang di Babel

UM Surakarta Kirim Puluhan Mahasiswanya Magang di Babel

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In