• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Rabu, Mei 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Dampak Mega Proyek, Jangan Korbankan Masyarakat Kecil

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
8 Agustus, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dampak Mega Proyek, Jangan Korbankan Masyarakat Kecil
Share

SERANG, Suara Muhammadiyah – Hadirnya rencana mega proyek di Banten, seperti jalan tol Serang – Pandeglang, bandara, KEK dan lainnya memiliki tujuan bagus namun jangan korbankan masyarakat kecil. Demikian disampaikan Fokal IMM Banten dalam acara silaturahmi dan laporan program kerja Fokal IMM Banten, Sabtu, (5/8) bertempat di Majlis Yatim Soleh Idris Center, Kaligandu-Serang.

Ketua Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Banten, Solihin Abas menyambut baik dengan rencana pembangunan jalan tol Serang – Pandeglang dan bandara yang direncanakna akan segera di lasanakan, namun ia melihat masih ada ketidak siapan pemerintah provinsi dan kabupaten yang terkena dampak, yaitu konsep pemberdayaan masyarakta kecil.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Saya melihat belum ada perencanaan yang serius untuk pemberdayaan masyarakat kecil yang terkena dampak langsung, seperti akibat pengbebasan lahan untuk jalan tol. Hal itu kan tidak bisa dibiarkan begitu saja, esensi pembangunan kan untuk masyarakat jangan sampai masyarakat terkena dampak negatif munculnya mega proyek pembangunan, dampak positifnya minus?” Kata Solihin.

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota mestinya tak hanya fokus misal pada pembebasan lahan, atau hal teknis lainnya walau itu penting. Tapi yang tak kalah pentingnya juga konsep pemberdayaan masyarakat yang terkena dampak langsung itu menjadi fokus perencanaan dan target pelaksanaan.

“Pemerintah provinsi harus seimbang antara melaksanakan pekerjaan teknis untuk pembangunan dengan target pemberdayaan yang akan dilakukan untuk masyarakat kecil yang terkena dampak langsung, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat untuk mencegah efek negatif dari konsekwensi pembangunan,” tambah Solihin.

Solihin menuturkan, sementara ini ada sekitar 8800 kepala keluarga (KK) dari 12 desa yang tersebar di 4 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang terkena dampak pembebasan lahan untuk jalan tol. “Sementara kita belum melihat apa rencana pemerintah provinsi dan kabupaten untuk melakukan pemberdayaan,” tutur Solihin. (Fokal IMM Banten)

Tags: Masyarakatmuhammadiyahpembangunan
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
PAUD Aisyiyah Batang Berikan Layanan Terbaik Bagi Semua

PAUD Aisyiyah Batang Berikan Layanan Terbaik Bagi Semua

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In