• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Cicit Kiai Dahlan Munichy B. Edrees Ungkap Kehidupan Pendiri Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
24 Agustus, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Cicit Kiai Dahlan Munichy B. Edrees Ungkap Kehidupan Pendiri Muhammadiyah
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta menyelengarakan Kajian Kader, pada Rabu (23/8) bertempat di Gedung Muhammadiyah PDM Kota Jl. Sultan Agung No. 14, Yogyakarta. Hadir sebagai pemateri Ir Munichy B. Edrees, menyampaikan topik tentang bedah tokoh meneladani KH. Ahmad Dahlan.

Kegelisahan Pimpinan di Muhammadiyah mengenai krisis kader penerus yang akan menjadi pengerak organisasi menjadi salah satu alasan MPK PDM Kota Yogayakarta selengarakan Kajian Kader ini. Dalam paparannya, Munichy B. Edrees sebagai cicit Ahmad Dahlan mengunggkap atau membedah tokoh buyutnya sendiri.

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

Selain krisis kader, di jaman sekarang juga semakin sulit ditemui sosok pemimpin yang jujur untuk menyampaikan kebenaran. Karena seringnya mereka dituntun nafsunya, padahal harusnya manusialah yang harus menuntun nafsunya. Akan tetapi pemuda sekarang seperti kehilangan tokoh sebagai acuan dalam berperilaku dan besikap terhadap keadaan, terlebih dalam mengurus organisasi.

Munichy menambahkan, bagi kaum muda boleh sekiranya merefleksikan perilaku pendahulu seperti Ahmad Dahlan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Dari hadis nabi itu ada yang menjelaskan bahwa orang itu yang ingat mati,” hal ini juga diterapkan dalam kehidupan Ahmad Dahlan.

“Di kamar beliau itu dia membuat tulisan yang berpesan kepada dirinya untuk selalu ingat mati,” Munichy menjelaskan. Bahwa dalam dunia hanya sementara, maka hidup jangan dituntun nafsu tapi manusia yang harus menuntun nafsu. “Sehingga dalam melakukan ibadah, jadikan seolah ibadah mu sebagai yang terakhir,” tambahnya.

Kiai Dahlan juga berpesan untuk menjadikan Al Qur’an jangan hanya sebagai bahan bacaan, “Al Qur’an hadri bukan hanya untuk dibaca, melainkan juga untuk dikaji.” Hal ini disampaikan atas maraknya orang yang pandai dalam membacanya, tapi tidak menemukan makna dan esensinya. (A’an–mg) 

Baca : 

Inilah Tiga Wasiat KH Ahmad Dahlan kepada Kartosudarmo

Winai Dahlan, Cucu KH Ahmad Dahlan Jadi Narasumber International Halal Lifestyle Expo & Conference

Kala Soekarno Bertemu Kiai Dahlan

Tags: KH ahmad dahlanmuhammadiyahMunichy B. Edrees
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
Muhammadiyah Haedar Nashir Agama

Islam di Dunia Nyata

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In