• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Haedar Nashir: Marahnya Orang Beragama Tidak Boleh Seperti Marahnya Orang yang Tak Beragama

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
19 April, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
1
Haedar Nashir: Marahnya Orang Beragama Tidak Boleh Seperti Marahnya Orang yang Tak Beragama
Share

SRAGEN, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan ceramah dalam Tabligh Akbar PDM Sragen di Masjid Raya Al Falah, Ahad (15/4). Dalam ceramahnya Haedar mengatakan marahnya orang beragama tidak boleh melebihi takaran seperti marahnya orang yang tak beragama.

“Marah itu pantulan dari akhlak kita yang belum tertata dengan baik, karena apapun marah itu. Memang ada marah karena agama. Marahnya orang beragama dalam membela agamanya, tidak boleh sama dengan marahnya orang yang tak beragama. Harus ada pembeda, berbingkai akhlak mulia,” tuturnya.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Hal tersebut disampaikan Haedar berkaitan dengan ibadah yang seharusnya berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, berpengaruh kepada akhlak dan perbuatan. Ia mencontohkan, banyak orang yang tidak diragukan lagi berbagai ibadahnya, rajin sholat, rajin puasa, hanya sedikit saja terpicu hal-hal yang tidak menyenangkan bisa marah bukan main.

Baca juga:  Menjadi Khairu Ummah, Membangun Peradaban dan Kemajuan

Oleh karena itu, Haedar berpesan, ujaran, omongan, lisan di media sosial, di mana saja bahkan dalam ceramah, seorang muslim yang ibadahnya baik, tetap menjunjung tinggi hifdzul lisan (keagungan kata-kata) dan hifdzul kalam (kebaikan tulisan). “Itu bedanya orang islam dan bukan islam, dan itulah yang membuat nabi Muhammad saw dicintai siapapun dia, hatta oleh mereka yang kafir sekalipun karena nabi adalah al-amin, nabi adalah yang terpercaya, nabi adalah al-akhlak al-karimah, bahkan menurut ‘Aisyah nabi adalah Al-Qur’an yang berjalan” ulasnya.

Selain itu, lanjut Haedar, semarah apapun, tidak puas apapun kepada keadaan harus tetap menunjukkan al akhlak al karimah sebagaimana Nabi. “Di media apa saja, kalau sudah berujar atas nama apapun, kadang sering tidak terkontrol, ini perlu, kalau orang-orang islam itu terpengaruh dari ibadahnya, berakhlak mulia maka insyaAllah akan menjadi rahmatan lil alamiin” harap Haedar.(rizq)

Baca juga: Pemimpin Harus Punya Kemampuan dan Bisa Melayani

 

Tags: Akhlakmuhammadiyahpdm sragenTabligh Akbar
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Intelektual Muda Muhammadiyah dan Agenda Pembaharuan Sosial

Intelektual Muda Muhammadiyah dan Agenda Pembaharuan Sosial

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In