• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Anggota Parlemen ASEAN Belajar Toleransi Kepada Pemuka Agama DIY

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
7 Mei, 2018
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Anggota Parlemen ASEAN Belajar Toleransi Kepada Pemuka Agama DIY
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Grha Suara Muhammadiyah menjadi tempat pertemuan ASEAN Parliamantarians for Human Rights (APHR) bersama pemuka agama DIY, Sabtu (5/5/2018). Beberapa anggota parlemen dari Thailand, Myanmar, Indonesia bertemu dengan tokoh Muslim, Kristen, Hindu, Budha hingga Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) dalam rangka meningkatkan pemahaman anggota parlemen ASEAN dalam mengawal kebebasan beragama atau berkeyakinan melalui fungsi legislatif.

Anggota Kehormatan APHR Eva Kusuma Sundari mengatakan anggota parlemen ASEAN  tersebut ingin melihat toleransi di Indonesia walaupun banyak kasus, tetapi relatif dapat mengendalikan tekanan terkait ekstrimisme dan intoleransi. “Mereka mengantisipasi, ingin belajar dari kita, bukan belajar bahwa kita sudah sukses, kita masih berupaya terus,” tutur Anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Apriyanto, perwakilan dari FPUB mengatakan pihaknya selalu berada di garis depan dalam upaya mengatasi konflik dan berbagai upaya pencegahan. Ia melihat kasus intoleransi lebih cenderung pada pola isu politik daripada isu agama. “Ada penguatan persoalan materialism di Yogyakarta, bergesernya budaya-budaya tradisional menjadi budaya-budaya yang post modern,” imbuhnya.

APHR

Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY Arif Jamali Muis mengungkapkan pemahaman agama yang tidak komprehensif ditambah kemampuan belajar agamanya yang hanya separuh  dan melalui media sosial menyebabkan terjadinya intoleran. Selain itu, menurut Arif, penyebab lainnya adalah  politik yang memainkan isu-isu untuk kepentingan politik sesaat dan akibat tidak adanya keadilan. “Semakin timpang keadilan ekonomi, tentu akan membuat masyarakat gampang terpancing tindakan-tindakan kekerasan, tindakan-tindakan intoleran,” ucapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, ketiganya harus simultan tidak bisa menuduh kelompok agama dan paham agamanya disalahkan. “Perbaiki juga tentang ekonomi, keadilan, para politisi jadilah negarawan yang kemudian menyebarkan ajakan-ajakan yang menyejukkan,” terang Arif.

Menurut Arif, Muhammadiyah sudah lebih satu abad ikut adil dalam merawat toleransi dan keberagaman walaupun punya pekerjaan rumah yang tidak sederhana, bahwa faham intoleran juga mempengaruhi kader-kader Muhammadiyah. “Di tingkat Cabang, di tingkat Ranting pengajian-pengajiannya harus menggunakan pengajian-pengajian yang faham keberagamaannya menurut Muhammadiyah memahami Islam, lembaga pendidikan juga harus begitu,” pungkasnya.(rizq)

Baca juga:

Gerakan Ayah Hebat Pemuda Muhammadiyah DIY

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Haedar Nashir: Toleran dan Moderat Saja Tidak Cukup

Haedar Nashir: Usut Tuntas Kasus Teror Terhadap Tokoh dan Umat Beragama!

Tags: aphrmuhammadiyahToleransi
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Haedar Nashir: Lulusan Mu’allimaat harus jadi Kader yang Cerdas, Unggul, dan Berkarakter

Haedar Nashir: Lulusan Mu'allimaat harus jadi Kader yang Cerdas, Unggul, dan Berkarakter

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In