• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Hajriyanto Y. Thohari: Jangan Mengukur Keberhasilan Politik dengan Kekuasaan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
20 Mei, 2018
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hajriyanto Y. Thohari: Jangan Mengukur Keberhasilan Politik dengan Kekuasaan
Share

MALANG, Suara Muhammadiyah – Kondisi politik bangsa pada saat ini cenderung kurang efisien yang akhirnya memakan biaya politik yang sangat besar (high political cost). Kemudian, keadaan itu melahirkan politik uang (money politic) yang disebabkan sistem politik dengan biaya tinggi (high cost political system).

Hal tersebut diutarakan Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y. Thohari yang menyampaikan tajuk “Politik Nilai untuk Demokrasi yang Produktif” dalam Kajian Ramadhan 1439 di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (19/5). “Karena kita ingin politik yang berdasarkan demokrasi yang efektif, produktif, dan efisien,” katanya.

Baca Juga

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Menurut Hajriyanto, politik di Indonesia mempunyai persepsi yang kurang positif untuk tidak mengatakan negatif. Ia merasa prihatin dengan praktek politik yang cenderung pragmatis, perlu modal yang besar, bahkan di masyarakat muncul istilah nomor piro wani piro (NPWP). “Politik itu cuma kepentingan, jika kepentingannya sama ya bersatu, jika kepentingannya berbeda bermusuhan, yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi,” ujarnya.

Baca juga: Haedar Nashir: Nilai Muraqabah Harus Hadir dalam Berpolitik

Selain itu, kata Hajriyanto, seharusnya ada persepsi yang positif tentang politik, dengan memandang secara proporsional, tidak memandang secara negatif tetapi juga tidak berlebih-lebihan. “Orang ini berpolitik berarti terjun di bidang kehidupan yang keras yang kadang-kadang kejam, yang dia mengorbankan pribadinya, keluarganya, waktunya, energinya untuk berjuang memikirkan bangsanya, untuk berjuang memikirkan ummatnya, itu jarang sekali,” tutur Hajriyanto.

Ia melanjutkan, meskipun ujung-ujungnya untuk kekuasaan, pada dasarnya politik itu adalah kerja kebajikan. “Kalau kita bisa melatihnya secara baik, menguasainya, mengelolanya dan kemudian bisa mengendalikannya, kekuasaan itu bisa memberikan banyak keindahan,” imbuhnya.

Menurut pandangan Islam, masih menurut Hajriyanto, orang boleh berkuasa, tetapi harus ditanya untuk apa kekuasaan tersebut, itulah salah satu politik nilai yang memandang politik sebagai panggilan, kerja kebajikan. “Karena kerja kebajikan maka jangan mengukur keberhasilan politik seseorang itu dengan dia mendapatkan kekuasaan atau tidak, ini nampak seperti idealis, tetapi politik nilai memang seperti itu,” tandasnya.

Kemudian, Hajriyanto menambahkan, nilai-nilai keislaman bahkan ke-Muhammadiyahan sangat relevan dimasukkan ke dalam politik nilai seperti kejujuran, amanah, keadilan, meletakkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan kelompoknya. “Itu adalah nilai-nilai kebajikan yang perlu disuntikkan kepada politik, agar politik di Indonesia ini mengalami pemulihan (recovery)” pungkasnya.(rizq)

Baca juga: Generasi Millenial Menatap Pemilu Serentak 2019

Tags: kajianmuhammadiyahPolitikramadhan
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 
Berita

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

11 Maret, 2026
Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Next Post
Meriahkan Ramadhan, Mobil KaCa Mengabdi ke Pelosok Princi Malang

Meriahkan Ramadhan, Mobil KaCa Mengabdi ke Pelosok Princi Malang

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In