• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Menjadi Populasi Terbanyak, Generasi Milenial Menentukan Tren Masa Depan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
26 Mei, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Menjadi Populasi Terbanyak, Generasi Milenial Menentukan Tren Masa Depan
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tantangan Muhammadiyah ke depan yaitu bagaimana menyediakan berbagai aplikasi yang dapat digunakan untuk menunjang dakwah persyarikatan. Terlebih dalam memfasilitasi generasi milenial yang menjadi populasi paling banyak dari jumlah masyarakat Indonesia di mana mereka akan menentukan tren.

Hal tersebut disampaikan oleh Amika Wardana, PhD terkait “Anatomi dan Perilaku Sosial Masyarakat Milenial: Perspektif Psikologi dan Sosiologi” dalam Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah, Jum’at (25/5). Pengajar Sosiologi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menyebutkan bahwa generasi milenial adalah mereka yang lahir tahun 1981-1999, sementara generasi X lahir antara tahun 1965-1980, dan generasi Baby Boomers yakni mereka yang lahir sebelum tahun 1964.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Baca juga: Haedar Nashir: Kurangi Dakwah yang Marah-marah!

“Generasi milenial harus dipandang yang akan memajukan bangsa ini, jumlahnya lebih besar, jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya dan sesudahnya tetap lebih besar. Maka jika kita melihat bonus demografi sampai tahun 2035, pemain utamanya adalah kelompok milennial ini,” kata Amika.

Ia menguraikan karakter yang dimiliki oleh generasi milenial seperti optimis, cederung berani, mandiri, inovatif dan memiliki tendensi berbeda dalam beragama. “Konten-konten keagamaan berupa produk-produk digital tetap kuat dipelajari generasi milenial, cara beragama mereka berubah,” imbuhnya.

Oleh karena itu, menurut Amika, perlu inovasi dalam berdakwah yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Di mana generasi millennial memiliki fleksibilitas – campuran (hybrid) dalam pandangan hidup dan gaya hidup, serta mengintegrasikan antara dunia riil dengan digital sebagai kesatuan. “Bagaimana kemudian dakwah Muhammadiyah masuk ke situ,” tandasnya.(rizq)

Baca juga: Abdul Munir Mulkhan: Muhammadiyah jangan Terasing dari Kehidupan

 

Tags: generasi millenialmuhammadiyahpengajian ramadhan 1439 h
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Koperasi As-Sakinah Pilar Ekonomi ‘Aisyiyah Padangsidimpuan

Koperasi As-Sakinah Pilar Ekonomi ‘Aisyiyah Padangsidimpuan

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In