• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Rabu, Mei 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Haedar Nashir: Harus Cerdas Hadapi Realitas dan Lakukan Terobosan

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
7 Juli, 2018
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Haedar Nashir: Harus Cerdas Hadapi Realitas dan Lakukan Terobosan
Share

BENGKULU, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan segenap warga Muhammadiyah untuk cerdas membaca realitas zaman yang terus berubah. Di saat yang sama, juga harus mampu melakukan terobosan-terobosan dan menghadirkan solusi alternatif terbaik.

“Siapa pun kita yang menjalankan peran dan posisi sebagai tugas publik, itu tidak mudah. Tantangan yang kita hadapi terus datang dengan bergelombang. Menghadapi realitas-realitas baru, diperlukan kewaspadaan, kecermatan dan kesiapan,” tutur Haedar Nashir dalam acara pelantikan rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) periode 2018-2022, pada Jumat, 6 Juli 2018.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Haedar menyatakan bahwa ada tiga dinamika besar yang kita hadapi sekarang ini. “Pertama, globalisasi, yang menghadirkan realitas kehidupan antar bangsa, antar negara, yang bukan saja melampaui sekat-sekat administrasi konvensional, tetapi juga membawa pengaruh nilai, dan dinamika sosial, politik, budaya, dan ekonomi yang dahsyat,” ungkapnya.

Perubahan peta percaturan global membawa pengaruh pada dinamika nasional. “Pergeseran geopolitik, sosial, ekonomi mempengaruhi kita dan mempengaruhi ekonomi politik kita,” kata Haedar. Oleh karena itu, setiap pemimpin perlu memiliki wawasan yang luas dan bisa membaca setiap perubahan yang terjadi.

Kedua, revolusi 4.0. “Dengan revolusi 4.0 ini, kita menghadapi digitalisasi yang luar biasa,” ujarnya. Khusunya kepada Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Haedar meminta pihak-pihak terkait bisa mengubah pola pikir. Termasuk menanamkan paradigma kepada para mahasiswanya. “Kita harus menjadi pengguna yang cerdas, dewasa, kritis dan berkeadaban,” ujarnya.

Kalau  PTM tidak mengubah pola berpikir dari konvensional kepada digital, dosen akan kalah dengan mahasiswa generasi milenial, yang mahir mencari informasi dengan cepat. “Dunia media sosial kita sekarang juga juga sudah menghadirkan realitas baru, kalau kita tidak pandai-pandai, maka kita akan menjadi objek, maf’ul bih. Gawai kita kelihatannya kecil, tapi bisa menguasai kita 24 jam,” ungkapnya.

Ketiga, dinamika domestik, realita kehidupan kita juga menambah dinamika domestik yang luar biasa cepat dan kompleks. Dinamika domestik terjadi dalam semua bidang kehidupan, termasuk aspek ekonomi dan politik.

Haedar mencontohkan tentang pola dan dinamika politik yang terjadi ketika Pilkada serentak baru-baru ini. “Dinamika pilkada yang sangat demokratis, seperti piala dunia, juara-juara bertahan pada berjatuhan oleh pendatang baru,” kelakarnya.

Dalam hal politik, Haedar memberi catatan bahwa Muhammadiyah akan mengakui semua pemerintahan yang terpilih secara sah dan demokratis, yang disertai dengan semangat untuk tetap melakukan amar makruf nahi munkar kepada pemerintah. “Muhammadiyah memberikan masukan dengan cara Muhammadiyah. Jika ingin menyampaikan opini-opini politik, sampaikan secara baik,” tukasnya.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya UM Bengkulu diharapkan Haedar agar dapat meningkatkan aspek akademik, sehingga menjadi unggulan karena kualitas akademiknya. “Poin penting kita adalah peningkatan akreditasi itu mencerminkan kualitas kita, sehingga mahasiswa kita menjadi mahasiswa yang cerdas, berilmu, dan berkarakter,” ulasnya.

Pembinaan mahasiswa harus disertai dengan pembinaan akhlak, sehingga para mahasiswa tumbuh sebagai manusia yang punya integritas moral yang kokoh. “Tanamkan bahwa Anda boleh kehilangan apapun tapi jangan kehilangan integritas,” katanya. Dengan integritas, maka lulusan PTM punya nilai ketika menjadi apa pun.

Terakhir, Haedar berpesan untuk senantiasa mengembangkan wawasan Islam berkemajuan. “Tanamkan nilai Islam yang damai, membawa nilai toleransi, tetapi juga berpikiran maju,” tutur Haedar. Tidak membawa Islam ke arah kemunduran dan jumud, tidak pada paham radikal dan ekstrim, baik ekstrim kiri maupun ekstrim kanan. (ribas)

Tags: GlobalisasiHaedar Nashirmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Etika Muhammadiyah dan Spirit Peradaban

Etika Muhammadiyah dan Spirit Peradaban

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In