• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Berani Berbeda Tanpa Menanggalkan Praktik Nilai-Nilai Pancasila

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
10 Desember, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Berani Berbeda Tanpa Menanggalkan Praktik Nilai-Nilai Pancasila
Share

BOYOLALI, Suara Muhammadiyah – Segenap rakyat Indonesia dalam keanekaragamannya harus senantiasa berpegang teguh pada Pancasila. Dengan menjiwai Pancasila nilai pentingnya adalah bagaimana mengisi kemerdekaan dengan penuh khidmat sehingga negara menjadi Toto Tentram Kertaraharjo.

Demikian hal ini terungkap dalam acara kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika, dan Undang Undang Dasar 1945, yang bertempat di Asrama Haji Donohudan, Boyololali, Jawa Tengah (8/12/2018).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Hadir dalam acara tersebut Bupati Boyolali, yang diwakili oleh Abdul Rahman selaku Kepala Dinas Kominfo Boyolali, Pengamat Politik dan Hukum Thontowi Jauhari, Rahmad Handoyo Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Direktur al-Wasath Institute Faozan Amar dan  Sarbini selaku Dosen IAIN Surakarta sekaligus bertindak sebagai moderator. Acara sosialisasi diikuti oleh Aktifis Muhammadiyah Boyolali dan relawan Mocopat.

Rahmad Handoyo Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan Indonesia adalah negara yang luar biasa luas dengan sumber daya alam yang melimpah. Indonesia yang beraneka ragam suku, Agama, ras dan golongan dipersatukan oleh Pancasila.

“Jangan sampai bangsa Indonesia yang besar ini terpecah belah, karena tidak mampu merawat kebhinekaan,” katanya. Upaya nyata merawat kebhinekaan ini salah satunya melalui sosialisasi empat pilar, jelasnya.

Pandangan berbeda diungkapkan Thontowi Jauhari sebagai Pengamat Politik dan hukum, menurutnya Pancasila dalam normatifnya sangat bagus, tapi apakah praktiknya sudah bagus? “Jika belum berarti Pancasila belum menjadi budaya masyarakat Indonesia,” paparnya.

Ia menilai, salah satu tantangan dalam Pancasila adalah mempraktikkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan itu, Direktur Al-Wasath Institute, Faozan Amar mengutarakan bahwa secara subtansi, Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai utama yang berakar dalam budaya bangsa Indonesia dan nilai-nilai universal agama. Maka Pancasila tidak bertentangan dengan pandangan-pandangan agama termasuk Islam. (tr)

Tags: muhammadiyahPancasila
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Ketum PP Tapak Suci Hadiri Jalan Gembira Milad 106 Muhammadiyah di Kulon Progo

Ketum PP Tapak Suci Hadiri Jalan Gembira Milad 106 Muhammadiyah di Kulon Progo

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In