• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Rabu, Mei 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Pesan Haedar Nashir dalam Menghadapi Tahun Politik 2019

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
1 Januari, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pengajian refleksi akhir tahun 2018 di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta turut memberikan beberapa wejangan dalam menghadapi tahun politik 2019. Menurutnya, ajang demokrasi semisal pemilu, pilpres, pileg, merupakan peristiwa biasa yang terjadi setiap lima tahun sekali. Oleh karena itu, menyikapinya tidak boleh secara berlebihan.

Haedar menyatakan bahwa politik itu adalah urusan muamalah duniawiyah. Prinsipnya ibahah atau boleh, tidak diatur secara rigid di dalam nash. Politik dibutuhkan dalam mengatur urusan dan mendistribusikan keadilan.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Politik merupakan wilayah domain partai politik. “Muhammadiyah itu ormas. Bukan partai. Tugasnya berbeda dengan parpol,” ungkapnya. Antara partai dan ormas memiliki peran serta tugas yang berbeda.

Dalam kontestasi politik, selalu ada pihak yang menang dan kalah. “Yang menang, jalankah amanah dengan baik dan hormati yang kalah. Yang kalah, hormati yang menang dan terus belajar,” ujarnya.

Menurut Haedar, Muslim dalam berpolitik harus menunjukkan akhlak mulia, yang berbeda dengan cara orang sekuler berpolitik. “Kita sebagai muslim menggunakan nilai-nilai mulia yang diajarkan agama. Kampanye dengan hikmah dan mauizah hasanah. Rebut hati orang, bukan dengan mencaci maki,” katanya.

Haedar juga mengingatkan bahwa perjuangan amal shaleh tidak hanya bisa dilakukan melalui bidang politik. Masih ada banyak bidang yang lain yang sama mulianya dan perlu diberi perhatian.

Dalam menghadapi tahun politik, kata Haedar, juga dibutuhkan bekal ilmu. Dalam menghadapi apa pun, harus dengan ilmu. Islam sejak awal menggaungkan spirit ilmu. Wahyu pertama justru berisi perintah membaca.

Sisi lain, umat Islam perlu untuk tidak terlena dengan tahun politik. Umat Islam harus berpacu membangun pusat-pusat keunggulan. Dengan itulah, Islam bisa kembali menjadi umat yang berkualitas dan diperhitungkan.

Umat Islam sebagaimana yang disebut dalam al-Quran, juga harus menjadi khairu ummah. Menjadi syuhada ala al-nas. Pelaku kebaikan. Menjadi contoh teladan bagi umat lainnya.

Di tahun politik, kata Haedar, hal yang juga perlu menjadi perhatian bersama adalah soal ukhuwah dan kebersamaan. Tiada bangsa besar tanpa persatuan. (ribas)

Tags: Haedar Nashirmuhammadiyahtahun politik
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post

Proyeksi 2019: Dari Pengembangan 100 Outlet hingga Pendirian Hotel

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In