• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Revolusi 4.0 Harus Segera Direspon Mahasiswa Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
18 September, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Revolusi 4.0 Harus Segera Direspon Mahasiswa Muhammadiyah
Share

TERNATE, Suara Muhammadiyah– Baru-baru ini Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) mengahdirkan Dadang Kahmad Ketua Pimpinan Pusat dalam forum kuliah umum. Yaitu dengan mengangkat tema “Mahasiswa Muhammadiyah dan Modernisme Religius di Era Revolusi Industri 4.0.

Dalam kesempatan itu Dadang menyampaikan, bahwa inti dari revolusi industry 4.0 ialah pada penggunaan internet dan pemanfaatan digitalisasi. Karenanya ia menekankan pada cara bagaimana Muhamadiyah merespon revolusi industry tersebut. Sebab, katanya, baik buruknya Muhammadiyah di masa yang akan datang, itu tergantung pada cara Persyarikatan merspon revolusi 4.0 saat ini.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Minimal, jelas Dadang, Muhammadiyah harus menyiapkan 5 hal. Pertama, menyiapkan piranti ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan tentang keterampilan digital. “Sekarang siapa yang menghiasi dunia digital? Adakah orang Muhammadiyah?,” tanya Dadang. Di sinilah pentingnya menguasai keterampilan digital.

Kedua, menempatkan diri sebagai problem solver, pemecah masalah, sehingga di manapun berada selalu tampil menjadi inisiator lahirnya solusi-solusi. Dalam bahasa Persyarikatan sering disebut dengan istilah Tajdid, pembaharuan. “Pembaharuan hanya akan muncul daro orang yang kratif dan inovatif,” kata Dadang.

Ketiga, meningkatkan social skill (keterampilan sinergi), bekerja sama sebagai sebuah Tim. Sebab saat ini adalah eranya kolaborasi bukan era kompetisi. Keempat, penguatan System Skill, yaitu penguasaan ketrampilan terhadap suatu sistem. Dan yang kelima, lanjut Dadang, penguatan process system atau process skill di mana menjalankan sebuah sesuatu itu harus dari A samapi Z.

Beberapa syarat di atas, sambung Dadang, menjadi penting bagi Muhammadiyah dalam merespon revolusi indutri 4.0. terutama dalam hal penguatan karakter kreatif dan inovatif. “Karena pekerjaan yang ada sekarang itu dalam sepuluh tahun yang akan datang itu belum tentu ada. Makanya diperlukan inovasi-inovasi yang luar biasa. Jadi jangan pernah merasa cukup dengan pengetahuan yang ada, tapi tetap harus fokus dengan pengetahuan baru, teknik baru, metode baru, terutama dalam mempersiapkan masa depan,” pesannya. (gsh).

Tags: Dadang Kahmadmuhammadiyahrevolusi 4.0
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Zakat dan Perekonomian Umat

Zakat dan Perekonomian Umat

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In