• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Senin, Maret 23, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Paradigma Integrasi Ilmu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
19 Oktober, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Paradigma yang mempertentangkan agama dan sains sudah tidak relevan. Ada banyak argumen yang menunjukkan perlunya paradigma integrasi keilmuan. Dalam prakteknya, diperlukan penyempurnaan konsep dan penerjemahan kurikulum integrasi ini.

“Argumen normatif teologis bahwa Islam dan sains itu melekat dan organik. Argumen historis bahwa pada abad klasik umat islam memberi konstribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” ungkap Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Prof Syamsul Arifin, dalam Rakornas Bidang AIK PTMA yang diselenggarakan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, di Yogyakarta, 19 Oktober 2019.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Menurutnya, ada beberapa pandangan mendasar Muhammadiyah mengenai pendidikan. Pertama, mendidik manusia memiliki kesadaran ketuhanan (spiritual makrifat). Tuhan sebagai realitas abadi yang senantiasa mengawasi, sesuai dengan konsep takwa menurut Muhammad Assad.

Kedua, membentuk manusia yang berkemajuan yang memiliki etos tajdid, berpikir cerdas, alternatif, dan berwawasan luas. Ketiga, mengembangkan potensi manusia berjiwa mandiri beretos kerja keras, wirausaha, kompetitif, dan jujur.

Keempat, membina peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki kecakapan hidup dan ketrampilan sosial, teknologi, informasi, dan komunikasi.

Kelima, membimbing peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki jiwa, kemampuan menciptakan dan mengapresiasi karya-karya seni budaya.

Keenam, membentuk kader persyarikatan, umat, dan bangsa yang ikhlas, peka, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kemanusiaan dan lingkungan

“Integrasi AIK dalam perkuliahan non-AIK adalah menjadikan Islam sebagai sumber inspirasi dan motivasi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya. Sumber inspirasi adalah Al-Qur’an, Hadis, dan Sejarah.

AIK berposisi sebagai nilai. Integrasi kesadaran nilai dalam kurikulum, menurutnya, punya beberapa tingkatan: the lesson though, through other subject areas, hidden curriculum, external factors.

Nilai tidak diajarkan, tapi ditangkap. Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus bisa membangun atmosfer berbasis nilai yang melekat. “Dosen harus menjadi inspirator. Inspirator itu bahkan tanpa bicara pun bisa menggerakkan. Berbeda dengan motivator yang hanya menyusun kata-kata tapi do nothing.”

Pendidikan itu, kata Syamsul, menghasilkan manusia yang baik. Menggunakan konsep ta’dib, bukan tarbiyah. Dimulai dari konsep yang menjadi integral values. (ribas)

Tags: integrasi ilmumuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post

Haedar Nashir Kini Resmi Guru Besar

  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In