• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Perwakilan Maladewa Belajar ke Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
11 Desember, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perwakilan Maladewa Belajar ke Muhammadiyah

Pertemuan Ketua PP Muhammadiyah dan perwakilan Maladewa (Dok ppmuh)

Share

JAKARTA, Suara Muhammadiyah-Dewan Keamanan Republik Maladewa bersama International Republican Institute (IRI) mengunjungi Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, pada 10 Desember 2019. Kunjungan untuk pertama kalinya ini disambut langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Dialog antar Agama dan Peradaban, Prof Syafiq A Mughni.

Pejabat tinggi IRI John Kachtik dan Kepala Dewan Keamanan Republik Maladewa Brigadir Zakaria Masyur beserta rombongan menyampaikan sejumlah informasi terkait dengan situasi kehidupan beragama di Maladewa. Mereka bermaksud ingin belajar dari pengalaman panjang Muhammadiyah.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Mereka ingin tahu tentang organisasi ini, termasuk apa yang telah dilakukan dalam pengembangan masyarakat secara nasional dan internasional,” ujar Syafiq. Di Maladewa, 100 persen penduduknya beragama Muslim. Namun, gesekan antarpaham dan aliran kerap terjadi di internal umat Islam. “Problem mereka bukan antar agama, tapi menyikapi ragam pendapat di dalam Islam.”

Salah satu perwakilan Maladewa, menceritakan apa yang terjadi dengan sikap beragama yang saling mutlak-mutlakan. “Di Maladewa banyak lulusan berbeda mazhab yang saling berpikir absolut, itu melahirkan intoleransi. Pertemuan ini sangat penting. Saya berharap Muhammadiyah bisa datang ke Maladewa,” ujarnya.

Guna merespons suasana seperti itu, kata Syafiq, dibutuhkan sikap moderasi. Paham agama wasathiyah berusaha menjaga paham-paham ekstrem untuk dibawa ke tengah supaya tidak saling berbenturan. Syafiq menyebut bahwa Muhammadiyah terbiasa menghadapi keragaman di internal organisasi dengan sikap moderat.

Terkait dengan moderasi beragama yang menjadi perhatian Muhammadiyah, Syafiq Mughni menjelaskan bahwa dialog dan pendidikan merupakan dua kunci utama. Selain itu, juga dibutuhkan ketekunan dan konsistensi. Sembari senantiasa membangun kesabaran dan akhlak yang baik dalam lingkup praktik sosial.

Syafiq Mughni juga menjelaskan tentang konsep dan praktik pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Muhammadiyah. Dengan jejaring organisasi dari pusat hingga ranting, Muhammadiyah telah banyak membantu negara dan memajukan bangsa. (ribas/ppmuh)

Tags: MaladewamuhammadiyahSyafiq A. Mughni
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Islam dan Jalur Sutra

Islam dan Jalur Sutra

  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In