• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Jumat, Maret 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Antisipasi Kekerasan, IMM KOMIKES UMP Deklarasi Anti-Bullying

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
24 Februari, 2020
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Antisipasi Kekerasan, IMM KOMIKES UMP Deklarasi Anti-Bullying
Share

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ilmu Kesehatan (KOMIKES) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah melakukan deklarasi anti bully. Hal ini sebagai upaya melawan tindak kekerasan sejak usia dini di negeri ini.

Tati Sundari selaku Bidang Riset Pengembangan dan Keilmuan IMM KOMIKES UMP mengatakan, maraknya kasus bullying pada pelajar  yang baru-baru ini terjadi, membuat masyarakat merasa resah dan prihatin dengan keadaan.

Baca Juga

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

Menurutnya, bullying yang terjadi bisa disebabkan karena dari dua faktor. “Faktor yang pertama dari sisi korban sendiri yaitu penampilan fisik, ras, orientasi seksual, terlihat lemah, dan tidak mudah bergaul. Jika dari sisi pelaku Bullying yaitu karena memiliki masalah pribadi, pernah menjadi korban bullying, rasa iri, kurang pemahaman, mencari perhatian dan kurang empati,” ungkapnya, Senin (24/2/2020).

Sebelumnya, Bidang Riset Pengembangan dan Keilmuan menggelar diskusi bertajuk “STOP BULLYING, MARI SIMPATI” Jum’at 21 Februari 2020.

Diskusi di pandu oleh Immawan Aprianto Bidang Hikmah. Dalam diskusinya Aprianto mengatakan bullying atau penindasan adalah perilaku agresif yang mengintimidasi dari individu ataupun kelompok

“Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang dimana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga dan lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, tanpa disadari perilaku bullying ini memiliki dampak yaitu ketakutan, stres, timbul pemikiran untuk bunuh diri, hati gelisah, dan memiliki masalah sekolah.

“Maka dalam diskusi ini Kader IMM Komikes mengajak seluruh generasi muda untuk berhenti melakukan bullying. Dengan menggerakan hati orang-orang untuk meningkatkan rasa empati dan kasih sayang untuk sesame,” pungkasnya. (ati/tgr)

Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu
Berita

UMB Gelar Pelatihan Instruktur Muhammadiyah, Perkuat Perkaderan di Bengkulu

11 Maret, 2026
Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 
Berita

Program RAMZI Kolaborasi NA dan LAZISMU Kalteng 

11 Maret, 2026
Dosen UM Bandung: Amanah dan Kompetensi Kunci Profesionalisme
Berita

Dosen UM Bandung: Amanah dan Kompetensi Kunci Profesionalisme

11 Maret, 2026
Next Post
Prodi Periklanan UMT Berbasis Digital Marketing

Prodi Periklanan UMT Berbasis Digital Marketing

  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In