• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Minggu, Maret 15, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Terima Kasih

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
20 Mei, 2020
in Motivasi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Terima Kasih
Share

Oleh : Bagus Kastolani

Kita sangat familiar dengan istilah ini sebagai ungkapan membalas kebaikan orang lain. Sebuah istilah yang terdiri dari dua kata, yaitu TERIMA dan KASIH. Sungguh luar biasa makna yang terkandung dalam istilah yang menyatukan dua kata ini. Secara filosofis maknanya adalah setelah kita meNERIMA kebaikan dari Allah SwT dengan perantaraan orang lain maka kita mengKASIH (memberi) kepada orang lain. Dengan demikian, aliran kasih tersebut dapat terus mengalir kepada orang-orang yang membutuhkan. Ibaratnya, suatu wadah air yang selalu mendapatkan aliran air yang segar karena wadah itu selalu mengalirkan air yang diterimanya.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Dalam ajaran Islam, ucapan terima kasih tersebut merupakan salah satu wujud syukur kepada Allah SwT dan orang lain sebagai perantara kasih sayang Allah SwT. Namun demikian, terima kasih tidak hanya diucapkan dengan lisan namun diwujudkan juga dengan tindakan. Sebagaimana filosofisnya, ketika kita menerima rejeki, barakah dan rahmat Allah SwT maka kita salurkan atau kita kasihkan kepada orang lain lagi. Dan niscaya Allah SwT akan melipatkan gandakan rizki kita yang kita shadaqahkan kepada orang lain sebagai wujud syukur kepada Allah SwT.

Dalam Psikologi, Coleman (2001) menemukan data dalam penelitiannya bahwa orang yang memberi jauh lebih kebahagiaannya sebesar hampir 300% dibandingkan dengan orang yang menerima. Hal ini disebabkan karena sang pemberi mempunyai keinginan untuk membantu atau meringankan kesulitan orang lain (need of nurturance) yang harus dipuaskan hanya jika dengan melakukan tindakan memberikan pertolongan kepada orang lain. Apabila need of nurturance ini terpenuhi maka ia dapat memberikan energi yang besar untuk manusia bertindak yang lain. Dengan kata lain, setelah memberi maka sang pemberi kasih akan mendapatkan motivasi atau semangat untuk melakukan hal-hal positif yang lain.

Mari laksanakan secara istiqomah, yaitu setiap kita menerima kebaikan dari Allah SwT melalui perantaraan orang lain, kita salurkan lagi kebaikan itu hingga Allah SwT memenuhi kita kebaikan secara terus menerus. Yang paling sederhana, tersenyumlah kepada orang lain maka engkau akan mendapatkan terus senyum indah dari orang lain.

Staf pengajar Fakultas Psikologi UNAIR Surabaya, Kader Muhammadiyah

Tags: motivasimuhammadiyahTerima Kasih
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Hj. Ismiyatun Daromi, Tokoh ‘Aisyiyah DIY Wafat

Hj. Ismiyatun Daromi, Tokoh ‘Aisyiyah DIY Wafat

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In