• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Senin, Maret 16, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Relawan Covid-19 Jadi Korban Penganiayaan, Muhammadiyah Minta Pemerintah Perkuat Edukasi Masyarakat

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
22 Juli, 2020
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Relawan Covid-19 Jadi Korban Penganiayaan, Muhammadiyah Minta Pemerintah Perkuat Edukasi Masyarakat
Share

Tanggal 21 Juli 2020 kemarin relawan Muhammadiyah menjadi korban penganiayaan. Relawan yang sedang bertugas melaksanakan prosesi pemakaman salah satu jenazah pasien PDP atau Probable Case Covid-19 di kompleks Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut Km 12, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah  itu dianiaya oleh anggota keluarga jenazah.

Menurut keterangan Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Palangkaraya yang juga anggota gugus tugas Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalimantan Tengah, Aprie Husin Rahu, Jenazah pasien yang dimakamkan tersebut, sebelumnya menjalani perawatan di RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya dan sudah mendapatkan persetujuan dari keluarga untuk dimakamkan dengan prosedur Covid-19.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Namun, setelah proses pemakaman berjalan, tiba-tiba ada anggota keluarga yang melakukan penganiayaan terhadap para relawan yang bertugas. Akibat penganiayaan tersebut, 8 orang relawan menjadi korban dan harus menjalani perawatan.

Menyikapi peristiwa ini ketua MCCC PP Muhammadiyah, Agus Samsudin meminta pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah untuk terus memperkuat edukasi tentang Covid-19 dengan seluruh prosedur penanganannya. Dengan adanya edukasi  yang lebih serius, warga masyarakat akan mengerti  dan mempunyai kesadaran tinggi untuk bekerja sama dengan baik.  Harapan serupa juga ditujukan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.

Agar peristiwa memilukan ini tidak berulang di tempat manapun, Agus Samsudin berharap pihak kepolisian memproses pelaku penganiayaan ini sekaligus memberikan perlindungan terhadap para relawan. (mjr)

Baca juga Pernyataan Sikap Atas Peristiwa Penganiayaan Relawan MCCC

Relawan MDMC Digebuk Ketika Makamkan Jenazah Suspek Covid-19https://t.co/tAMJM4XVJG pic.twitter.com/D7ag4K0SkF

— Suara Muhammadiyah (@majalahSM) July 22, 2020
Tags: MCCCmuhammadiyahrelawan
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Majelis Dikdasmen

Majelis Dikdasmen: Seleksi Program Organisasi Penggerak Tidak Transparan

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In