• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Selasa, Maret 17, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Haedar Nashir: Pancasila Jangan Berhenti dalam Ritual dan Seremonial!

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
1 Juni, 2021
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Setiap tahunnya, tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Pancasila. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa Pancasila yang sudah menjadi dasar negara dan ideologi negara merupakan konsensus nasional yang harus dibumikan dalam keseharian. “Maka bagaimana kita memperingati lahirnya pancasila itu bukan hanya ritual dan seremonial maupun juga dalam jargon dan retorika,” tutur Haedar (31/5/2021).

Haedar mengajak seluruh warga bangsa untuk mewujudkan Pancasila dalam keseharian secara proporsional, tidak mengabaikan dan sekaligus tidak ekstrem berlebihan menjadikan Pancasila melebihi posisinya. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Pertama, menerapkan Pancasila dalam kehidupan bernegara, melalui seluruh institusi kenegaraan agar betul-betul menjadikan setiap sila Pancasila sebagai dasar nilai, dasar pijakan mengambil keputusan dan orientasi dalam kebijakan tersebut agar tetap berada di koridor Pancasila. “Pertentangan sering terjadi karena kebijakan-kebijakan negara itu tidak sejalan dengan jiwa, alam pikiran, dan moralitas Pancasila,” ujarnya.

Kedua, Pancasila harus menjadi pedoman hidup berbangsa bagi seluruh komponen dan warga bangsa, termasuk para elit bangsa. “Pancasila tidak cukup hanya dihapal, menjadi doktrin, dan pemikiran. Pancasila harus kita praktekkan.” Menurutnya, berpancasila menunjukkan kata kerja, yang artinya bahwa Pancasila harus dijadikan praktik nyata dalam berbangsa dan bernegara.

Haedar berharap warga dan elite bangsa untuk menjadi contoh teladan dalam mempraktekkan Pancasila. “Menjadi insan-insan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, Berperikemanusiaan yang adil dan beradab, Berpersatuan Indonesia, Berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ulasnya.

Ketiga, perumusan bahan sosialisasi nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara jangan mengulangi tragedi yang telah terjadi di masa lalu. “Dimana kita atau sebagian kita atau kebijakan itu secara sadar atau tidak meyimpangkan Pancasila dari sila-silanya yang substansial menjadi hal-hal yang indoktrinatif di luar substansi yang seobjektif mungkin dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri.”

Muhammadiyah mengajak bangsa Indonesia untuk benar-benar menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, dan tidak mempolitisasi untuk tujuan lain. “Jauhi politisasi Pancasila untuk kepentingan apa pun! Karena kita belajar dari sejarah: setiap ada reduksi, penyimpangan, dan politisasi Pancasila, akan menimbulkan ketikdapercayaan pada Pancasila itu sendiri dan pada kebijakan-kebijakan negara yang berkaitan dengan Pancasila.”

Menurut Haedar, semuanya memerlukan ketulusan, kejujuran, jiwa negarawan, wawasan yang luas dan semangat kebersaaman dalam mewujudkan Pancasila sebagai ideologi negara. “Jangan membawa pancasila menjadi sesuatu yang sempit dan jangan juga membawa Pancasila melebihi dirinya. Itu lah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Tempatkan Pancasila secara proporsoional sebagai dasar dan ideologi negara,” kata Haedar Nashir. (ppm/rbs)

Tags: Haedar NashirmuhammadiyahPancasila
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post

Santri Karangasem Muhammadiyah Paciran Lolos Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jalur PBSB

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In