• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Muhammadiyah Sangat Admirable: Cermin Gerakan Islam Progresif

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
18 Juli, 2021
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share

DUREN SAWIT, Suara Muhammadiyah – Ada tiga hal penentu posisi Muhammadiyah di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertama, spiritualitas. Kedua, intelektualitas. Dan ketiga, kreativitas. Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, ketiganya memiliki nilai dan arti penting bagi Muhammadiyah untuk medorong masyarakat keluar dari permasalahan yang selama ini membelit. Karena itulah selama lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, kita dapat melihat berbagai perbedaan yang sangat mendasar antara kelompok masyarakat dalam menyikapi wabah.

Dalam klasifikasi sederhana terdapat tiga kelompok besar masyarakat dalam menyikapi permasalahan. Pertama, kelompok rejeksionis. Kelompok ini berusaha menolok segala keadaan yang ada dan mencari-cari alasan serta mengkambinghitamkan situasi buruk yang terjadi. Kedua, kelompok fatalistik. Kelompok ini memilih pasrah dalam menghadapi setiap keadaan. Dengan dalih menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan yang Maha Kuasa. Mereka bahkan tidak berusaha untuk bisa bertahan dalam keadaan yang sulit.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Kelompok ini tidak menyalahkan sana-sini, tetapi bersikap pasif terhadap keadaan dan tidak berusaha untuk keluar dari persoalan-persoalan yang sulit,” tutur Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Abdul Mu’ti menambahkan, ada pun dengan Muhammadiyah, ia masuk dalam kelompok ketiga yaitu kelompok progresif. Ciri dari kelompok ini adalah, melihat segala problem yang ada sebagai sebuah realita dan tantangan. Kemudian berusaha mencari jalan keluar (solusi) atas berbagai problematika yang ada dengan kekuatan iman, ilmu, dan kreativitas.

“Saya kira inilah yang menjadi hal penting untuk melihat dimana posisi Muhammadiyah berada. Dan tentu jika kita lihat kiprah, aktivitas, serta langkah-langkah Muhammadiyah paling tidak selama satu tahun terakhir ini, dapat kita simpulkan bahwa Muhammadiyah tetap istiqomah sebagai gerakan berkemajuan. Banyak kalangan menyebutnya sebagai gerakan Islam progresif,” ujarnya dalam agenda pengajian bulanan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Duren Sawit, pada Sabtu (17/7). Pengajian dengan tema “Muhammadiyah: Membangun Peradaban Islam yang Berkemajuan” ini juga merupakan acara untuk memperingati milad Muhammadiyah yang ke-112.

Maka tidak salah jika kemudian banyak kalangan menilai Muhammadiyah sebagai cermin dari gerakan Islam yang sangat solutif dan kontruktif dalam melihat berbagai macam persoalan. “Sebagaimana kelahiranya, Muhammadiyah hadir untuk memberi, bukan hadir untuk menjadi peminta-minta,” ungkapnya dalam pengajian yang terlaksana dalam forum virtual tersebut.

Kehadiran Muhammadiyah sebagai pemberi solusi ini diilhami oleh sebuah hadist Nabi yang berbunyi “Tangan di atas itu lebih utama daripada tangan di bawah”, dan dari firman Allah SWT yang menerangkan bahwa ciri dari orang yang bertaqwa adalah mereka yang senantiasa berderma, baik dalam keadaan sempit maupun lapang.

Abdul Mu’ti mengatakan bahwa salah satu koleganya dari Australian National University menyebut Muhammadiyah sangat admirable. Peran-peran yang ditunjukkan oleh Muhammadiyah sangat terpuji. Admirable Islamic Movement. Selama kurun waktu yang panjang, Muhammadiyah sudah berbuat dan memberi tanpa henti. “Dari sinilah kita melihat bahwa organisasi ini sesungguhnya sangat ditunggu-tunggu peran dan kiprahnya, serta menjadi cermin tentang bagaimana gerakan keagamaan harus ikut berperan dalam mengatasi berbagai persoalan,” tegasnya. (diko)

Tags: Admirable Islamic Movementmilad muhammadiyah 112muhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
sinar semesta

Sinar Semesta, Kolaborasi Mugadeta dan SM Kado Milad Muhammadiyah ke-112

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In