BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – (31/3) Hari ke-9 Ramadhan tahun ini menjadi kesempatan emas bagi ‘Aisyiyah se- Banyumas Raya yang kedatangan Dr. Salmah Orbayinah, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Periode Muktamar ke-48 dan Latifah Iskandar selaku Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam rangka agenda Silaturahmi dan Pembinaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) tingkat eks Karesidenan Banyumas. Semakin istimewa lagi, PDA se-eks Karesidenan Banyumas menjadi PDA pertama yang dibina secara langsung oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA) menjelang akhir periode.
“Kami berbunga-bunga dengan kedatangan PPA, dua sekaligus yakni Bunda Salmah dan Bunda Latifah untuk bersilaturahmi dan membina kami langsung. Semoga kami dari Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara, juga dari PCA se- Kabupaten Banyumas bisa meneruskan misi berkolaborasi, memajukan dan mendinamisasi ‘Aisyiyah ke depannya,” ucap Dr. Zakiyah, Ketua Umum PDA Banyumas dalam sambutannya.
Turut hadir dan menyambut kegiatan ini, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, Dr. Ibnu Hasan yang menyampaikan filosofi lokasi kegiatan yakni Aula Abu Dardiri Gedung PDM Banyumas. Ia mengapresiasi ‘Aisyiyah yang menjadi gerakan perempuan Islam paling moderen dan berkemajuan se-dunia versi penelitian banyak ilmuwan.
“Abu Dardiri ini adalah tokoh bangsa yang menggagas Kementerian Agama pertama di Indonesia, dan beliau adalah Ketua PDM pertama di Banyumas. Jadi, kami mengharap bimbingan langsung dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah di Banyumas ini, agar banyak gagasan yang dicetuskan oleh ‘Aisyiyah mengenai pergerakan perempuan”, pungkas Dr. Ibnu Hasan.
Berkaitan dengan hal tersebut, Latifah Iskandar menyampaikan pula bahwa dalam penelitian menunjukkan kehebatan organisasi ditentukan oleh beberapa hal yaitu : 1) Dinamisasi, yakni melalui musyawarah untuk penertiban pimpinan. 2) Identitasnya jelas, yakni Aisyiyah perempuan berkemajuan. 3) Conservative finance atau pengelolaan keuangan yang konservatif. 4) Toleran pada pemikiran baru. 5) Arif memilih pimpinan yakni bagaimana membangun demokratisasi dan memilih dengan pertimbangan terbaik.
“Maka, kita semua hebat, ditambah dengan amal usaha yang melimpah sebagai peluang dakwah kita,” ungkap Latifah menyimpulkan materinya.
Membumikan Risalah Perempuan Berkemajuan menjadi misi utama Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah meneruskan ideologinya sampai grass root, yakni memahamkan bagaimana agama khususnya Islam memiliki pandangan yang maju tentang dunia perempuan, sehingga agama bukan rintangan bagi kemajuan perempuan. Melalui gerakan dan amal usahanya, Salmah mengajak kader ‘Aisyiyah menjadikan setiap kegiatan di ‘Aisyiyah sebagai rekreasi, sebagai simbol dakwah menggembirakan.
Sesuai dengan prinsip berorganisasinya, Salmah menyampaikan 5 suasana berorganisasi agar selalu menggembirakan, yaitu, 1) bersikap lemah lembut dalam berorganisasi, 2) rendah hati, 3) sikap ramah dan mengendalikan amarah, 4) pemaaf. 5) memohonkan ampun bagi orang yang memusuhi kita. Selain itu, PPA mengajak PDA se-Banyumas Raya untuk menebarkan risalah perempuan berkemajuan sampai ke ranting dengan menertibkan pimpinannya serta meningkatkan kualitas dan kapasitas kadernya.
“Saya yakin dan berharap, spirit Banyumas Raya menjadi contoh dalam penguatan risalah perempuan berkemajuan. Semoga pasca Musyda nanti, pimpinan baru membawa gagasan dan gerakan perempuan berkemajuan yang mencerahkan dan menggembirakan Banyumas Raya”, ucap Salmah saat menutup materi. (Riza/Mintarti)
