• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Rabu, Maret 11, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
11 Maret, 2026
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Share

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Sepanjang berpetualang dalam rimba kehidupan, tanpa disadari manusia kerap mengalpakan nikmat yang disemai Allah.

“Kemungkinan besar kita tidak terlalu menyadari ada nikmat Allah yang besar,” beber Muhammad Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Memvisualisasikan sebuah organ tubuh manusia: jari-jari tangan. Saad mengomentari pada umumnya, dalam kondisi sehat, jari tangan itu befungsi dengan baik.

“Tapi begitu kena asam urat, maka jari kita menjadi sakit,” tuturnya.

Di situlah relevansi nikmat Allah yang begitu rupa. Yang kebanyakan manusia tidak menyadari akan hal substansial tersebut.

“Hatta dalam konteks gerak jari kita ini. Kita menyadari nikmat Allah itu justru seringkali hilang,” ujar Saad, Selasa (10/3) di TvMu Channel dalam program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim.

Konteks tersebut menemukan implikasinya dengan berpuasa. Ketika berpuasa, umat Islam tidak diperbolehkan untuk makan dan minum.

“Maka rasanya ada yang hilang. Untungnya kemudian ada konsep berbuka,” ucap Saad.

Berbeda kondisinya kalau tidak berpuasa. Tidak ada larangan untuk konteks itu. “Makan minum itu mungkin kelihatan biasa,” sambungnya.

Karena itu maka, banyak orang-orang di kemudian hari nanti merasakan penyesalan hatta terhadap kehidupan tidak dipergunakan sebagaimana semestinya.

“Tapi itu sudah terlambat. Dan sudah tidak mungkin kembali (ke alam dunia). Moga-moga kita bisa mengambil pelajaran, termasuk tentang puasa ini,” pungkasnya. (Cris)

Tags: muhammadiyahNikmatSa'ad Ibrahim
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Next Post
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In