Beberapa upaya mengawal penelusuran kasus kematian Siyono telah dilakukan oleh Muhammadiyah beserta Komnas HAM termasuk proses otopsi yang telah rampung dilaksanakan kemarin (2/4). Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH A Hasyim Muzadi sebutkan bahwa ia mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Menurutnya, langkah yang ditempuh oleh Muhammadiyah adalah cerminan yang mampu mewakili umat Islam atas keadilan. “Langkah Muhammadiyah bisa disebut mewakili umat Islam dan rasa keadilan Indonesiawi,” ungkapnya.
Baca Otopsi Jenasah Siyono Lancar
Terkait dengan langkah mengawal otopsi, menurutnya, memang perlu dilakukan guna melihat kebenaran apakah ada atau tidak penyalahgunaan wewenang oleh densus 88 atas meregangnya nyawa Siyono. “Maka dalam hal ini, Muhammadiyah perlu diapresiasi agar tetap ada unsur keadilan dalam masalah Siyono. Untuk itu memang perlu otopsi guna mengukur apakah ada overacting dari densus 88 atau tidak,” tandasnya.
Ia pun menegaskan bahwa pola pemberantasan terorisme harus dilakukan dengan mengedepankan kepentingan keselamatan Indonesia. Karena menurutnya, perang terhadap terorisme yang dilakukan barat sejatinya bukanlah semata-mata kepentingan masalah bangsa, tapi punya kepentingan lebih luas dan komprehensif. “Jangan menggunakan pola Americani atau Westernisasi dalam pemberantasan teroris di Indonesia,” tambahnya. Terkait hal ini, Ia juga mengakui bahwa telah berkali kali meminta kepada yang berwewenang untuk tidak melakukan tindak kekerasan dan bertindak indonesiawi. “Saya hormat kepada perjuangan Muhammadiyah yang mengawal otopsi Siyono,” pungkasnya. (Th)






