• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Melawan Kecenderungan Disfungsi Negara

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
1 Mei, 2016
in Kolom
Reading Time: 4 mins read
A A
1
Melawan Kecenderungan Disfungsi Negara
Share

Membaca Kembali Kosmologi  Kekuasaan Jawa-Islam

 

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

Yang saya sampaikan di atas adalah catatan  tentang perilaku aparat negara yang bertindak ora apik sehingga jadinya juga ora apik.Ini mengingatkan saya pada filsafat hidup atau pandangan hidup orang Jawa bahwa dalam hidup itu kudu apik karepe, apik carane sehingga akan muncul apa yang disebut sebagai apik dadine. Kita akan mencoba melacak kenapa di negara kita sekarang banyak hal yang dapat dikategorikan sebagai ora apik karepe, ora apik carane sehingga yang muncul adalah ora apik dadine.

Marilah kita mencari rujukan awal dari semua itu. Yaitu aturan hidup yang mengatur kehidupan. Orang Jawa bilang desa maca cara, negara mawa tata. Maksudnya, orang desa mengatur hidupnya berdasar siklus upacara adat dan semacamnya. Sedang orang kota atau wong negara mengatur hidupnya dengan tata laksana, dengan manajemen, dengan sistem, dengan aturan baku. Sehingga maksud baik (apik karepe) dapat dirancang, cara bekerja yang baik (apik carane) dan akhirnya target yang baik (apik dadine) dapat dicapai.

Lantas bagaimana orang kota atau wong negara mengatur hidupnya? Kita ingat kalau Kraton Yogyakarta sebagai pewaris kerajaan Mataram Islam mewariskan kosmologi kekuasan yang unik, lengkap dan bisa menjadi identitas keistimewaan. Kraton Yogyakarta mengatur kehidupan bernegara, kehidupan bermasyarakat, dan kehidupan berkeluarga sampai dengan kehidupan  individu dengan menggunakan konsep catur sagatra tunggal, bukan konsep trias politika.

Dalam konsep catur sagatra tunggal ini negara memang harus ada. Ini dilambangkan dengan bangunan Kraton. Tetapi dalam kosmologi kekuasan Jawa-Islam, kekuasaan Kraton (negara/state) tidak tunggal, tetapi bersinergi  dengan kekuasaan rakyat (people, public, soceaty) dan ini dilambangkan dengan Alun-alun. Juga kraton bersinergi  dengan kekuasanTuhan yang dilambangkan dengan Masjid Gede. Kekuasaan politik Kraton pun dalam kosnep kosmologi kekuasaan Jawa sudah mmengandaikan perlunya bersinergi dengan pasar yang dilambangkan dengan Pasar Beringharjo. Jadi ada segiempat relasi kekuasaan yang indah yang  bisa mengatur kehidupan ini. Kekuasaan Tuhan menjadi sumber nilai, spirit atau rujukan dari apik karepe, kekuasaan kraton menjadi sumber nilai, nilai dan rujukan bagaimana mengatur kehidupan lewat kebijakan politik (menjdi rujukan apik carane), sedang kekuasaan sosial dan ekonomi menjadi sumber nilai, spirit dan rujukan dari apik dadine. jadi rukun dan damai lewat pemahaman pergaualan yang terbuka sebagaimana dilambangkan Alun-alun, dan dadi makmur dan  sejahtera harus mempergnakan pasar atau mekanisme ekonomi dan perdagangan.

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: Disfungsi Negarafeaturedkolommuhammadiyahmustofa w hasyimsuaramuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
SMK Migas Muhammadiyah Cilacap Siap Menghadapi MEA

SMK Migas Muhammadiyah Cilacap Siap Menghadapi MEA

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In