• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Jumat, Maret 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Pak AR, Daud Beureuh, dan Kahar Muzakar

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
27 Desember, 2020
in Beranda
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pak AR

KH AR Fachruddin

Share

SUARA MUHAMMADIYAH – Ketika Pak AR ditugaskan ke Aceh, di sana pada waktu itu sedang bergolak. Abu Daud (Tengku Daud Beureueh) melakukan perlawanan dan pergi ke pedalaman (hutan) karena kecewa dengan pemerintah RI (Jakarta).

Meskipun demikian Muhammadiyah di Aceh aman-aman saja, tidak dimusuhi. Sebab yang ditentang oleh Abu Daud adalah pemerintah pusat. Karena itu, Pak AR secara diam-diam menanyakan kepada Pimpinan Muhammadiyah Aceh, apakah bisa  dipertemukan dengan Tengku Daud Beureueh untuk bersilaturahmi.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Semula Pimpinan Muhammadiyah Aceh agak keberatan, karena khawatir dicurigai oleh tentara (pemerintah). Tetapi akhirnya dengan sangat hati-hati menyetujui permintaan Pak AR dan mengusahakannya. Rupanya Abu Daud tidak keberatan bahkan beliau mengirim utusan dan sebuah jeep putih untuk menjemput Pak AR. Tentu saja di sebuah tempat yang dirahasiakan.

Dengan jeep itu Pak AR dibawa ke pedalaman untuk bersilaturrahmi dengan Abu Daud. Setelah lebih kurang bertemu satu jam bersilaturahmi dengan Abu Daud, Pak AR diantar kembali ke Kutaraja. Kesimpulan pembicaraan dalam silaturahmi itu Pak AR bisa memahami argumen Abu Daud mengapa melakukan perlawanan terhadap pemerintah RI, dan Abu Daud bisa memahami perjuangan Muhammadiyah.

Satu tahun setalah bertemu dengan Abu Daud di Aceh. Pak Ar mengulang kejadian yang sama di Sulawesi. Pada waktu itu Pak AR ditugasi menghadiri sebuah musyawarah di Sulawesi Selatan – Tenggara (Sulsera). Tempatnya kalau tidak salah di Pinrang.

Waktu itu, sebelum musyawarah, Pak AR minta kalau bisa ingin bersilaturahmi dengan Kahar Muzakar. Ternyata permintaan Pak AR itu juga dipenuhi oleh Pimpinan Muhammadiyah setempat. Singkat kata Pak AR bisa silaturahmi dengan Kahar Muzakar dan kesimpulan silaturami sama, yaitu Pak AR bisa memahami argumen Kahar Muzakar dan Kahar Muzakar juga memahami perjuangan Muhammadiyah. Meskipun demikian sebagai alumni Mu’alimin Muhammadiyah Solo Kahar Muzakar menyumbang dua ekor kerbau untuk menyukseskan musyawarah.

Tags: Daud BeureuhKahar Muzakarmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
LazisMu Konawe Mendapatkan Mobil Operasional dari Muzakki

LazisMu Konawe Mendapatkan Mobil Operasional dari Muzakki

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In