• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Abdul Mu’ti: KPI Tidak Boleh Ngantuk!

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
30 Juli, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Abdul Mu’ti: KPI Tidak Boleh Ngantuk!
Share

JAKARTA.suaramuhammadiyah.id-Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengharapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selalu siaga terhadap berbagai channel dan program yang disajikan oleh semua stasiun televisi di Indonesia. KPI yang memperoleh wewenang untuk melakukan pengawasan harus serius dan sungguh-sungguh dalam mengawal semua tayangan untuk selalu berada dalam batas-batas tayangan yang positif dan mendidik. Terlebih di era televisi digital dengan beragam konten asing  masuk dengan mudah.

“KPI tidak boleh ngantuk, karena televisi menyajikan program selama 24 jam,” kata Mu’ti di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/7) dalam acara diskusi publik Penyiaran Digital bertema “Menyongsong Era Siaran Digital: Tantangan KPI Baru” yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah bekerjasama dengan CIPG dan MediaLink.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara yakni Ir Geryantika Kurnia Plt Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kominfo, Dr Yuliandre Darwis Komisioner KPI, Eris Munandar Ketua Umum Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia, Agus Sudibyo Peneliti Penyiaran dan R. Kristiawan Anggota SIKA (Sahabat untuk Informasi dan Komunikasi yang Adil).

Dalam kesempatan yang sama, pengamat komunikasi Agus Sudibyo berharap KPI dapat menjembatani kepentingan masyarakat sipil dan kepentingan industri. Termasuk dalam hal izin perpanjangan penyiaran 10 lembaga penyiaran swasta (LPS).

“Institusi penyiaran adalah institusi sosial sekaligus institusi ekonomi. Dualitas itu harus dijembatani. Saya berharap KPI itu bisa menjadi jembatan antara kepentingan industri dengan masyarakat sipil,” ujarnya (Ribas).

 

Tags: Abdul Mu'tiKPImuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Pemuda Muhammadiyah Desak Polisi Usut Pengakuan Gembong Narkoba Freddy Budiman

Pemuda Muhammadiyah Desak Polisi Usut Pengakuan Gembong Narkoba Freddy Budiman

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In