YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah—Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak segenap masyarakat untuk senantiasa meneladani nilai-nilai moral yang dicontohkan Nabi Muhammad. Terlebih di tengah situasi kebangsaan seperti sekarang ini, bangsa Indonesia membutuhkan sosok-sosok berakhlak mulia.
Memperingati Maulid Nabi Muhammad tahun 1438 H, umat Islam diharapkan tidak hanya larut dengan seremonial saja. Namun lebih penting dari itu adalah meneladani sikap Nabi Muhammad, seperti dalam hal jujur dan amanah.
Haedar Nashir mengatakan, bangsa Indonesia khususnya para elite sangat penting membuktikan kejujuran dan amanah dalam mengurus rakyat dan negara. Para pemimpin merupakan teladan yang harus senantiasa bisa menjadi panutan bagi rakyatnya.
“Bangsa ini dirundung banyak masalah seperti korupsi dan lain-lain karena warga dan para pejabat publik serta pemimpinnya hilang kejujuran dan amanah,” ujar Haedar Nashir, Senin (12/12).
Untuk itu, kejujuran dan amanah harus menjadi kesadaran bersama bangsa Indonesia sehingga menciptakan budaya kolektif. Ia melanjutkan, nabi Muhammad juga harus menjadi uswah hasanah atau teladan yang baik dalam membangun peradaban.
Dengan adanya keteladanan Rasul, ujar Haedar, umat muslim dapat menjadikan Islam sebagai din al-hadlarah atau menjadi agama peradaban berkemajuan. Hal ini terinspirasi dari segala perilaku dan tindak-tanduk nabi terakhir itu.
Umat Islam tidak boleh menjadi umat yang lemah dan tertinggal, namun harus menjadi khairu ummah atau umat unggulan dan terbaik. Jika ingin merebut peradaban maka umat Islam harus berkemajuan.
Oleh karena itu, jika ingin menjadi umat atau bangsa yang berkarakter mulia dan berkemajuan, maka salah satu langkah awal yang harus ditempuh oleh umat Islam dan bangsa Indonesia adalah meneladani akhlak terpuji Nabi Muhammad, dalam segala bidang kehidupan (Ribas).






