• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Rabu, Mei 6, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

MPM Bangun Budaya Tani Sejak Dini

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
12 Desember, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
MPM Bangun Budaya Tani Sejak Dini
Share

BOYOLALI, Suara Muhammadiyah- Mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan di negara yang melimpah dengan segala macam hasil bumi dan pertaiannya, bukan hanya menjadi tanggungjawab kalangan tertentu saja. MPM PP Muhammadiyah, melalui Gerakan Kembali Bertani, turut melibatkan pelajar untuk membangun budaya tani sejak dini.

“Pengenalan masalah pertanian kepada pelajar ini penting karena Indonesia mengalami loss generation di bidang pertanian. Ini bisa dilihat usia petani Indonesia telah berusia lanjut, sementara angkatan muda tidak tertarik pada pertanian,” tutur Muhammad Nurul Yamin Ketua MPM PP Muhammadiyah saat meresmikan Rumah Tani Muhammadiyah Cabang Sambi Kabupaten Boyolali, bersama MPM PDM Boyolali Ahad, (11/12).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Rumah Tani ini merupakan wadah atau Pusdiklat bagi masyarakat sekitar untuk mempelajari tentang pertanian terpadu. Yamin pun menyadari bahwa untuk mengatasi krisis pangan Indonesia diperlukan kerja keras dan perjuangan berat. Oleh karenanya, Yamin menuturkan bahwa program ini menjadi salah satu upaya MPM PP Muhammadiyah menggelorakan Nasionalisme Baru yaitu Jihad Kedaulatan Pangan yang juga menggandeng para pelajar.

“Acara yang melibatkan 500 an pelajar Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Boyolali ini dimaksudkan sebagai upaya membangun budaya tani sejak dini,” lanjutnya.

Menurut Yamin, selain berbagai problem yang ada di sektor pertanian seperti masalah on farming dan off farming, budaya pangan impor pun semakin menjauhkan generasi muda dari budaya pangan dan kenyataan bahwa petani Indonesia kaya akan khazanah pertanian.

“Di sektor pangan, bangsa ini harus berdaulat. Kita adalah negara agraris, tidak seharusnya bahan pangan mengimpor,” tandas Yamin (Th).

 

 

 

 

 

Tags: MPMmuhammadiyahnegara agraris
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
UAD Gandeng SM Kembangkan Skill Mahasiswa

UAD Gandeng SM Kembangkan Skill Mahasiswa

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In