• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Terkait Radikalisme, Alisa Wahid: Indonesia Masih Membawa Kabar Baik

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
15 Desember, 2016
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Terkait Radikalisme, Alisa Wahid: Indonesia Masih Membawa Kabar Baik
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia mengatakan bahwa dibandingkan dengan negara-negara lainnya di seluruh belahan bumi, Indonesia masih dianggap membawa kabar baik dalam isu kekerasan dan radikalisme agama.

“Ini persoalan global. Indonesia masih membawa kabar baik dibanding negara-negara lain,” kata Alisa dalam diskusi publik ‘Sosialisasi Hasil Survei Persepsi Orang Muda dan Pemetaan Internet-Sosial Media, Tentang Radikalisme dan Ekstremisme di Indonesia’ bertempat di Gedung University Club, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (14/12).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Alisa mengingatkan bahwa fakta Indonesia lebih baik itu jika dikaitkan dengan realitas meningkatnya kelompok-kelompok ekstrem global. Seperti tindak kekerasan dan diskriminasi yang dilakukan terhadap minoritas di berbagai tempat.

Menurutnya, sentimen agama sering dijadikan alasan untuk tindakan-tindakan kekerasan. “Pelaku kekerasan ada di setiap kelompok,” ujarnya. Seperti kelompok Budha di Myanmar, kelompok Hindu di India dan kelompok muslim di Bangladesh-Pakistan, hingga persolan islamophobia di Eropa dan Amerika Serikat.

Namun jika dibandingkan realitas bangsa hari ini dengan Nusantara di masa lalu, kata Alisa, Indonesia perlu untuk berbenah diri. Alisa berharap segenap warga negara Indonesia melihat kondisi Indonesia di masa lalu yang terkenal sebagai masyarakat yang ramah dan sangat toleran.

“Kita sering membanggakan kebhinnekaan dan keragaman di Indonesia. Tetapi kita sering sekali menerima tantangan-tantangan dan tindakan-tindakan intoleransi,” tutur Alisa.

Atas kondisi carut marut dunia selama ini, Alisa mengajak untuk mencermati realitas umat beragama di Indonesia saat ini, demi untuk menyelamatkan masa depan bangsa yang lebih baik. “Kita perlu menengok dan mencari tahu ke mana kita menuju,” ujar Alissa (Ribas).

Tags: Alisa Wahidmuhammadiyahradikalisme
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
SMP Kottabarat Edukasi Siswa Jaga Laut dari Sampah Plastik

SMP Kottabarat Edukasi Siswa Jaga Laut dari Sampah Plastik

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In