• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Ketimpangan Sosial Jadi Penghambat Ekonomi Syariah

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
23 Februari, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ketimpangan Sosial Jadi Penghambat Ekonomi Syariah
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan wakil ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Edy Suandi Hamid menyatakan bahwa penerapan ekonomi syariah di Indonesia mengalami beberapa kendala. Permasalahan terbesar yang menghambatnya adalah persoalan ketimpangan social.

“Praktek keuangan syariah, lebih luas lagi ekonomi syariah memang ada persoalan terkait dengan keadilan dan pemerataan di republic ini. Bahkan ada kecenderungan yang lebih memprihatinkan,” kata Edy dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah kerjasama Suara Muhammadiyah dan OJK, bertajuk ‘Arah dan Kebijakan Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia’, yang berlangsung di gedung Asari Komplek Masjid Al Fatah Ambon, Maluku, Kamis (23/2).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Edy menunjukkan data ketimpangan dan kesenjangan  social di Indonesia saat ini. “Gini rasio kita itu cenderung semakin meningkat, dua tahun ini agak menurun sedikit. Dua tahun lalu mencapai 0,2. Itu merupakan angka tertinggi sejak kita mengenal statistic gini rasio. Artinya ketimpangan kita itu semakin melebar,” tuturnya.

Oleh karena itu, Edy mengapresiasi PP Muhammadiyah yang mengusung tema ‘Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Indonesia Berkemajuan’. Topik itu menjadi keprihatinan banyak kalangan belakangan ini, termasuk Presiden Joko Widodo. Tanwir Muhammadiyah diharapkan bisa menawarkan solusi untuk kemajuan bangsa.

“Sangat tepat tanwir ini PP Muhammadiyah mengangkat topic ini. Bukan hanya PP Muhammadiyah yang galau. Saya kira semua kita galau. Di Jogja juga sangat galau. Saya kebetulan penasehat sultan juga. Di Jogja itu ketidakmerataannya itu paling tinggi di Indonesia. paling tinggi, 0,45 gini rasionya,” ungkap Edy. (Ribas/gsh)

Tags: Edy Suandi Hamidekonomi syariahmuhammadiyahtanwirambon
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Tanwir Muhammadiyah, Mendikbud Tandatangani Prasasti ‘Pendidikan untuk Semua’

Tanwir Muhammadiyah, Mendikbud Tandatangani Prasasti ‘Pendidikan untuk Semua’

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In