• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Haedar Nashir: Medsos Menggerus Etika Masyarakat

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
13 Maret, 2017
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Haedar Nashir: Medsos Menggerus Etika Masyarakat
Share

MEDAN, Suara Muhammadiyah-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr H Haedar Nashir MSi merasa prihatin dengan kehadiran media sosial yang disalahgunakan sehingga keberadaannya justru menggerus nilai-nilai etika dan moral di masyarakat.

“Saat ini akhlak generasi bangsa semakin hari mengalami kemerosotan di ruang publik. Lebih-lebih dengan kehadiran media sosial yang menggerus etika, sopan santun, kecerdasan, kesadaran, bahkan juga relasi sosial lantaran begitu bebasnya,” tuturnya pada  pidato milad yang ke-60 tahun Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, di Auditorium kampus Jalan Mukhtar Basri, Medan, Rabu (8/3).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Haedar menyinggung tentang penistaan agama yang terjadi dan disebarkan melalui media sosial. Menurutnya, agama tidak boleh terpinggirkan oleh siapa pun, karena akan mengganggu nilai-nilai keharmonisan. “Sekali agama direndahkan, dinistakan maka nilai-nilai keharmonisan akan terganggu,” katanya, sembari mengajak para elit partai untuk berpolitik dengan mengedepankan nilai-nilai pancasila.

Ketua Umum PP Muhammadiyah juga menyoroti berbagai problem yang dihadapi Bangsa Indonesia, khususnya terkait kondisi umat Islam, suasana politik dan kehidupan keberagamaan. Menurutnya, umat Islam Indonesia meski mayoritas secara jumlah, namun terpinggirkan secara ekonomi dan politik.

Kondisi ini diibaratkan Haedar seperti orang yang diberi pakaian, tapi tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya. “Kalau pakaian yang diberikan tidak sesuai dengan ukuran tubuh seseorang, maka akan mudah robek,” katanya.

Menghadapi berbagai persoalan bangsa tersebut, maka Muhammadiyah hadir untuk ikut terlibat dalam upaya memberikan pemecahan masalah.Melalui lembaga pendidikan Muhammadiyah ikut andil dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. “Untuk itu, UMSU bersama PTM di seluruh Indonesia harus hadir dan terlibat aktif dalam upaya pemecahan persoalan bangsa,’ ungkap Haedar. (Qorib/Ribas)

Tags: Haedar Nashirmedia sosialmuhammadiyahUMSU
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Rakerda MPI Karanganyar Tetapkan Program Unggulan Majelis

Rakerda MPI Karanganyar Tetapkan Program Unggulan Majelis

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In