• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Darul Ahdi wa Syahadah dan Semangat Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
4 April, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
1
Darul Ahdi wa Syahadah dan Semangat Muhammadiyah
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Yunahar Ilyas, Lc, MA mengatakan bentuk negara Indonesia sebagai Darul Ahdi wa Syahadah merupakan semangat Muhammadiyah. Membaca sejarahnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri berdasarkan konsensus (kesepakatan) seluruh negara bangsa diwakili oleh tokoh-tokohnya.

“Kesepakatan itu disebut al ahdu, darul ahdi (negeri hasil konsensus kita bersama), oleh sebab itu kita wajib menepati janji kita, konsensus kita, ditambah wa syahadah, itu semangat Muhammadiyah,” kata Yunahar dalam Pengajian Ramadhan 1439 H Pimpinan, Pejabat Struktural, dan Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (31/5). “Menepati janji adalah ajaran dari agama Islam,” imbuhnya.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Baca juga: Hamim Ilyas: Dakwah Islam untuk Tujuan Mewujudkan Hidup Baik 

Menurut Yunahar, Darul Ahdi wa Syahadah disahkan saat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar. Kata Syahadah tersebut merujuk ayat wakadzalika ja’alnakum ummatan wasathan litakunu syuhada ‘alanasi wayakuuna alarasulu ‘alaikum syahida… Artinya: Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) “umat tengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS. Al Baqarah [2] : 143)

Yunahar menerangkan, syahadah di situ bermakna referensi, teladan, tempat umat Islam mengekspresikan, menjalankan ajaran Islam dan harus berlomba dengan pemeluk agama lain dalam membangun negeri ini. “Kita ingin Muhammadiyah dalam konteks bernegara menjadi syuhada, menjadi rujukan, referensi,” tutur Guru Besar Ulumul Qur’an UMY tersebut.

Tidak usah tanya kesetiaan Muhammadiyah dengan NKRI, lanjut Yunahar, Muhammadiyah sudah lahir jauh sebelum Indonesia berdiri serta ikut berjuang mendirikannya. “Cara berbangsa dan bernegara yang baik, tidak banyak bicara tapi banyak bekerja, tidak mengklaim rahmatan lil alamin tapi buktikan saja,” pungkasnya.(rizq)

Baca juga: Tampilkan Ihsan, Muhammadiyah Harus Menjadi Uswah Hasanah di Dunia Digital 

Tags: Darul Ahdi wa SyahadahmuhammadiyahPengajian
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Gerakan Literasi Cinta Al-Quran PDPM Tegal Bagikan 1000 Mushaf

Gerakan Literasi Cinta Al-Quran PDPM Tegal Bagikan 1000 Mushaf

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In