• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Rabu, Mei 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Bahas Kesehatan Mental Era Disrupsi, Unisa Undang Para Pakar Kesehatan Internasional

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
11 Oktober, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bahas Kesehatan Mental Era Disrupsi, Unisa Undang Para Pakar Kesehatan Internasional

Pemberian kenang-kenangan dari Unisa kepada Assoc Prof Hans Pols

Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-  Rabu (10/10/18) Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) menggelar seminar internasional bertajuk Helth and Lifestyle In The Era Of Disruption di Hall Baroroh, kampus terpadu Unisa Yogyakarta. Beberapa pakar kesehatan dari berbagai kampus internasional menjadi pembicara utama pada acara yang berlangsung dari pagi hingga siang ini.

Assoc. Prof Hans Pols dari University of Sydney, Australia, adalah salah satunya. Dalam materinya yang berjudul Mental Health in The Era of Disruption ia memaparkan, bahwa kesehatan mental di era disrupsi seperti sekarang ini dipengaruhi oleh 6 hal. Pertama, ia menyebutkan, disebabkan oleh pengaruh kecanggihan teknologi.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Sadar atau tidak sadar, kecanggihan teknologi mengurangi gerak tubuh seseorang dan menjauhkannya dari lingkungan sehingga enggan untuk bersosial,” terang Pols.

Kedua, sambung guru besar universitas Sydney tersebut, kesehatan mental seseorang itu tergantung  dari pada ketahanan individunya. “Ketahanan ini bisa secara fisik, bisa juga psikis,” jelasnya. Namun baginya, ketahanan jiwa (jiwa yang kuat), merupakan modal yang besar.

Faktor penentu kesehatan mental lainnya, kata Pols, ialah keluarga, sekolah atau tempat kerja, komunitas, dan masyarakat. “Pada sekolah atau tempat kerja yang paling berpengaruh adalah beban tugas yang harus di selesaikan. Jika terlampau berat, maka seseorang akan mengalami stress,” ulas Pols.

Sedang faktor masyarakat yang menjadi kunci penentu kesehatan jiwa seseorang, lanjut Pols, adalah adanya kemiskinan dan ketidaksamaan. Pols menilai, bahwa kesehatan mental masyarakat Indonesia masih cukup buruk, mengingat keenam faktor yang ada cenderung berjalan negatif. Itu artinya faktor-faktor penting kesehatan mental masyarakat justru berpotensi menjadikan masyarakat memiliki mental yang sakit, tidak sehat.

Selain Pols, hadir pula Pro. Su Chen-Kuo dari Taiwan yang membahas tentang Maternal and Nutrition Problems in the Era of Disruption dan Assoc Prof Dr Chutima Jalayondeja dari Thailand dengan materinya yang berjudul Physical Problems in Life Style in the Disruption Era.

Prof Su Chen-Kuo dari Taiwan berdampingan dengan b.Assoc Prof Dr Chutima Jalayondeja dari Thailand saat jadi pembicara di Unisa (10/10/18)
Prof Su Chen-Kuo dari Taiwan berdampingan dengan Assoc Prof Dr Chutima Jalayondeja dari Thailand saat jadi pembicara di Unisa (10/10/18)

Menurut Kepala Lembaga Peneltian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisa sekaligus ketua seminar ini, Sarwinanti, seminar internasional tersebut dirancang sebagai forum bagi para ahli dari berbagai disiplin ilmu guna mengupas tuntas tentang kesehatan dan gaya hidup di era digital. “Kontribusi mereka sangat dibutuhkan, sebab mereka memiliki keahlian dan berbagi pengalaman,” tutur Sarwinanti. (gsh).

Tags: Kesehatan InternasionalmuhammadiyahUnisa
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Karakter Dokter Berkemajuan menurut Agus Taufiqurrahman

Karakter Dokter Berkemajuan menurut Agus Taufiqurrahman

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In