• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

IPM Sebagai Aksentuator Dakwah Muhammadiyah di Era Milenial

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
24 November, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
IPM Sebagai Aksentuator Dakwah Muhammadiyah di Era Milenial

Penutupan Muktamar (Dok PP IPM)

Share

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah – Kader Ikatan Pelajar Muhamamdiyah diharapkan menjadi aksentuator Muhamamdiyah di era milenial. Kini IPM berhadapan dengan era disrupsi untuk terus menggaungkan dakwah berkemajuan persyarikatan.

Itulah yang disampaikan Anggota Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam penutupan Muktamar XXI IPM di Auditorium AR Fachruddin SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Rabu (21/11).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Jadi di era ini IPM ke depan harus banyak melakukan kajian ulang dan evaluasi terhadap sistem gerakannya, sistem ideologinya, bahkan sistem organisasinya, di era yang serba tidak teratur, di era pergeseran ini,” ungkap Sekretaris Jenderal PP IPM Periode 2014-2016 tersebut.

Menurutnya, sebagai aksentuator IPM memiliki tugas sebagai penggerak, penekan atau pemukul bunyi irama dakwah dan tajdid Muhammadiyah, artinya ketika gerakan Muhammadiyah kurang terdengar di telinga masyarakat, maka tugas IPM ialah membantu Muhammadiyah supaya terdengar untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Selain itu, Azaki juga menyampaikan selamat atas penetapan Hafiz Syafa’aturrahman sebagai Ketua Umum dan M Furqan Ramli sebagai Sekretaris Jendral PP IPM Periode 2018-2020 hasil Muktamar XXI IPM.

“Saya mengenal betul bagaimana kapasitas religiusitas, intelektual, maupun keorganisasian dari dua orang ini,” tandasnya.

Muktamar XXI IPM di Sidoarjo resmi ditutup oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) sekaligus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr Hidayatulloh, MSi.

Menurut Hidayatulloh, kader IPM mempunyai posisi yang sangat sangat strategis di Muhammadiyah sebagai tiga dimensi kader, yaitu kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa.

“Masa depan persyarikatan Muhammadiyah itu sangat ditentukan oleh ketersediaan kader persyarikatan dan itu diawali dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah,” ungkapnya.

Selain itu, Hidayatulloh juga mengingatkan agar IPM menjaga “3T” yaitu tertib ibadah, tertib belajar dan  tertib organanisasi.

“Kalau itu bisa kita jaga, kita kembangkan, kita perkuat, saya punya keyakinan kuat kita akan bisa melaksanakan fungsi kita sebagai kader persyariaktan, kader umat, dan kader bangsa,” pungkasnya.(Wesar/Riz)

Tags: AksentuatormuhammadiyahMuktamar IPM XXI
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Penyakit Kaki Gajah, Perlu Cepat Berobat

Penyakit Kaki Gajah, Perlu Cepat Berobat

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In