• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Menjunjung Demokrasi dengan Etika dan Moral

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
23 November, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
2
Menjunjung Demokrasi dengan Etika dan Moral

Demokrasi dan Moral Politik (Dok Riz/SM)

Share

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Menjelang pesta demokrasi para calon pemimpin berpartisipasi dengan mengajak masyarakat untuk memilihnya dalam Pemilu. Akan tetapi terkadang caranya tidak sesuai dengan koridor moral dan etika seperti melalui kebohongan publik, pembunuhan karakter dan sebagainya supaya dia mendapat simpati publik.

“Demokrasi dengan kebencian dan kebohongan publik bukan demokrasi seperti itu yang diharapkan,” ungkap Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Ahmad Sahide, SIP, MA dalam diskusi dan bedah buku karyanya: Demokrasi dan Moral Politik, Catatan Kecil Kebangsaan di Gedung Pascasarjana UMY, Jum’at (23/11).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Turut hadir sebagai narasumber dan pembedah buku, Wakil Direktur Pascasarjana UMY Dr Nurul Yamin, MSi serta Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Prof Dr Abdul Munir Mulkhan.

Menurut Sahide, di dalam demokrasi masyarakat berpartisipasi dengan pemilu, mengontrol, mengawasi serta ketika ada nilai, etika dan moral di sana.

Buku Demokrasi dan Moral Politik, lanjut Sahide, merupakan kumpulan esai yang ditulis untuk memahami bagaimana perkembangan, memahami benang merah yang terjadi tentang dinamika sosial, politik, demokrasi di Indonesia. “Kalau kita membaca buku ini disajikan isu apa yang aktual, yang hangat, serta tokoh saya potret melalui buku ini,” imbuhnya.

Menanggapi buku tersebut, Nurul Yamin menyampaikan bahwa penulis cukup apik menyajikan persoalan secara substansial yang masih menjadi persoalan kebangsaan saat ini. “Buku ini ditampilkan dengan bahasa yang ringan bagaikan obrolan di warung kopi, santai, rileks, meski yang dibicarakan adalah sesuatu yang berat,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdul Munir Mulkhan, mengapresiasi karya Sahide dimana Buku Demokrasi dan Moral Politik bisa menjadi referensi para akademisi tentang sejarah politik, sosiologi politik, budaya politik maupun ekonomi politik.

Selain buku Buku Demokrasi dan Moral Politik (2018), beberapa buku yang pernah ditulis Ahmad Sahide diantaranya Kebebasan dan Moralitas (2011), Kekuasaan dan Moralitas (2013), dan Gejolak Politik Timur Tengah (2017).(Riz)

Tags: Abdul Munir MulkhanAhmad Sahidebedah bukuDemokrasi dan Moral PolitikmuhammadiyahUMY
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Munas ASLAMA I Bahas Pengelolaan Rusunawa di Era Milenial

Munas ASLAMA I Bahas Pengelolaan Rusunawa di Era Milenial

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In