• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Jumat, Maret 13, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Kebudayaan dalam Perspektif Darul Ahdi wa Syahadah

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
30 November, 2018
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kebudayaan dalam Perspektif Darul Ahdi wa Syahadah
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah– Aktivitas manusia yang dikomunikasikan dengan interaksi merupakan hasil dari gagasan, ide, cipta, rasa dan karsa dalam bentuk kebudayaan. Di dalamnya ada tata nilai sebagai manifestasi budaya manusia. Di Indonesia keanekaragaman budaya, agama, adat, dan suku telah terbingkai dalam falsafah Pancasila.

Lembaga Seni, Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah menggelar Simposium Kebudayaan dengan tajuk: Kebudayaan Islam sebagai Darul ‘Ahdi Wa Syahadah di Yogyakarta, akhir November 2018. Acara yang dipandu Wakil Ketua LSBO PP Muhammadiyah Prof M Jandra itu menghadirkan narasumber guru besar ilmu filsafat UIN Sunan Kalijaga Prof M Amin Abdullah dan guru besar ilmu al-Qur’an Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof Yunahar Ilyas.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Yunahar Ilyas yang juga Ketua PP Muhammadiyah mengungkapkan bahwa NKRI adalah hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa. Disebut dengan Dar al-Ahdi. “Indonesia menjadi referensi, rujukan dan teladan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tukasnya. Di saat yang sama, Muhammadiyah berpandangan bahwa segenap warga perlu untuk membaktikan diri sebagai wujud kesaksian. Disebut Dar al-Syahadah.

Adapun persoalan seni di Muhammadiyah, kata Yunahar, sebenarnya sudah selesai sejak Muktamar tahun 1995 di Banda Aceh. “Jadi sudah tidak ada hambatan. Seni tidak bisa dengan surat keputusan atau fatwa,” jelasnya. Seni merupakan urusan muamalah duniawiyah.

Amin Abdullah menyatakan, Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman suku, agama, ras dan golongan, alam, dan bahkan bencana yang menimpa. Agama dan budaya, menurutnya, merupakan kesatuan yang padu.

“Agama dan budaya bagaikan dua sisi mata uang. Berbeda tapi tidak bisa dipisahkan. Karena itu saling mengisi dan melengkapi,” jelasnya. Kebudayaan dalam peradaban suatu bangsa merupakan sarana untuk saling melindungi dan menjaga eksistensi manusia.

Ketua LSBO PP Muhammadiyah Syukriyanto AR, mengatakan bahwa  Muhammadiyah menggunakan strategi kebudayaan dalam gerakan dakwahnya. “Muhammadiyah menghargai hasil seni dan budaya yang melengkapi tradisi Islam. Untuk mewujudkannya dengan mengembangkan seni dan tradisi yang mengedepankan nilai-nilai Islam berkemajuan,” katanya. (tr/ribas)

Tags: budayaLSBOmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Prof Gunawan Suryoputro : Rektor Baru UHAMKA 2018-2022

Prof Gunawan Suryoputro : Rektor Baru UHAMKA 2018-2022

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In