• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Jejak Djarnawi Hadikusumo: Pendiri Tapak Suci hingga Pencipta Sang Surya

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
1 Maret, 2019
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
1
Jejak Djarnawi Hadikusumo: Pendiri Tapak Suci hingga Pencipta Sang Surya
Share

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Program Politik Islam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar seminar KH Djarnawi Hadikusumo: Muhammadiyah, Islam dan Kebangsaan, di Kampus Terpadu UMY, Selasa (26/2).

Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian seminar tentang berbagai tokoh persyarikatan yang akan digelar rutin setiap bulan. Untuk seminar pembuka mengupas tentang KH Djarnawi Hadikusumo.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Djarnawi Hadikusumo dilahirkan pada hari Ahad, tanggal 4 Juli 1920 di kampung Kauman Yogyakarta, sebuah komunitas muslim yang menjadi terkenal karena Muhammadiyah lahir dan didirikan di tempat ini,” ungkap Rektor UMY Gunawan Budiyanto yang merupakan putra ke-9 Djarnawi di awal pemaparannya.

Hadir menjadi narasumber juga Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Mantan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Chamamah Soeratno, dan Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqqodas.

Gunawan mengungkapkan bahwa ayahnya merupakan otodidak tulen. Kemampuan belajarnya secara otodidak membuat Djanawi menguasai lima bahasa Asing seperti Belanda, Arab, Inggris, Jepang bahkan Perancis.

Menurut Gunawan, Djarnawi merupakan sosok yang suka membaca, berdiskusi dan bermain musik. Lagu Sang Surya yang berlirik “Al Islam Agamaku, Muhammadiyah gerakanku” adalah karyanya.

Selama 51 tahun Djarnawi berkhidmat dan mengabdikan dirinya bagi persyarikatan. Mulai tahun 1942 sebagai Ketua Grup (Ranting) Muhammadiyah Merbau Sumatera Utara hingga wafatnya ketika menjadi Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tajdid dan Tablig pada 26 Oktober 1993.

Sementara itu Ahmad Syafii Maarif mengungkapkan bahwa Djarnawi merupakan gurunya di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. “Beliau mengajar Bahasa Inggris dan Didaktik waktu saya di kelas 5 Mu’allimin,” katanya.

Buya Syafii mengungkapkan beliau tokoh yang cerdas dan memiliki banyak bacaan. Perjalanan hidupnya sangat menarik, kata Buya yang mengungkapkan Djarnawi ketika dikirim sebagai anak panah Muhammadiyah ke Sumatera Utara.

Kemudian Buya Syafii berharap para generasi muda untuk meneliti tentang sosok salah satu pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah tersebut. “Semua karya Pak Djarnawi baik sastra, agama, kemudian politik itu lengkap,” imbuhnya.

Siti Chamamah Soeratno mengapresiasi berbagai kiprah Djarnawi. Beliau aktif menulis berbagai pandangannya termasuk tentang perempuan salah satunya di Suara ‘Aisyiyah.

Sementara itu Busyro Muqoddas menyebut Djarnawi sebagai politisi berkarakter, bersahaja, merdeka berfikir, egaliter dan humoris. “Percikan kadar ke-Islaman yang integratif dengan kebangsaannya, banyak diwarnai oleh pemikiran, penghayatan dan loyalitas original Kemuhammadiyahannya,” kata mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

“Muhammadiyah yang bertradisi ‘memberi lebih terpuji dari pada menerima’ kental mewarnai sikap konsistensi dalam kehidupan dan amaliah ihsaniyah kebangsaan dan kepemimpinannya,” ungkapnya lagi.

Djarnawi tercatat pernah menjabat sebagai anggota MPR tahun 1967-1971 dan Ketua Umum Parmusi yang menjelma sebagai PPP. Di kemudian hari Parmusi dibajak oleh rezim pada waktu itu. “Pembajakan atas posisinya di Parmusi dinilai sebagai sikap politik rezim yang mengidap sindrom islamophobia terhadap ideologi politiknya,” ungkap Busyro. (Riz)

Baca juga

Pak AR Sang Penyejuk

Tapak Suci Taiwan Berkembang Pesat

Sumbangan Muhammadiyah Dalam Mengawal Perjalanan Bangsa

Tags: Djarnawi HadikusumomuhammadiyahUMY
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk IMM

Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk IMM

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In