• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Rektor ITB-AD: Rokok Menghanguskan Bonus Demografi

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
22 Maret, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rektor ITB-AD: Rokok Menghanguskan Bonus Demografi

Diskusi “Rokok Elektrik di Kalangan Remaja” (Dok Riz/SM)

Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rokok dalam bentuk apapun dikategorikan sebagai zat adiktif yang efeknya merugikan kesehatan. Sehingga baik rokok konvensional maupun rokok elektronik, keduanya memiliki kandungan yang dapat merugikan kesehatan.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MTCC UMY), Muhammadiyah Economic Team (MET), dan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta. Agenda tersebut diselenggarakan dalam rangka upaya pengendalian produk tembakau yang bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Rektor ITB-AD Jakarta Dr Mukhaer Pakkanna, SE, MM mengungkapkan bahwa rokok menghanguskan masa depan bangsa. “Komposisi penduduk kita kan banyak di usia-usia produktif, sekiranya mereka itu terpapar rokok, sekali lagi kita pertanyakan masa depan bangsa,” ungkap Mukhaer dalam konferensi Pers “Rokok Elektrik di Kalangan Remaja” di Hotel Forriz, Yogyakarta, Jum’at (22/3).

Dalam aspek ekonomi, kata Mukhaer, sebagaimana concern ITB-Ahmad Dahlan, konsumen rokok itu dari masyarakat miskin, bahkan perokok anak-anak menjadi tidak terkendali.

Menurutnya rokok menimbulkan banyak masalah di masyarakat terutama dari sisi penyakit, sebagaimana ahli kesehatan mengkaji serta telah banyak riset dalam dan luar negeri.

“Kami menindaklanjuti dari aspek kesehatan ke aspek ekonomi, akan membahayakan masa depan bangsa serta mengancam dan menghanguskan bonus demografi,” imbuhnya.

Kemudian dari sisi lain, masih menurut Mukhaer, jumlah orang terkaya di Indonesia beberapa diantaranya merupakan dari pengusaha industri rokok. “Bisnisnya jelas rokok, artinya terjadi penghisapan, kalau istilah saya drakula, penghisap, orang kaya menghisap orang miskin,” tandasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua MTCC UMY Dianita Sugiyo, Ns, MHID, Rosita Meilani Dewi ITB-AD Jakarta, Diah Setyowati Dewanti dari Fakultas Ekonomi UMY, Resti Yulianti dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, Laila Isna dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ramadhani Gafar dari Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). (Riz)

Tags: ITB-Ahmad DahlanMTCC UMYmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post

Antara Khalifah dan Khilafah

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In