• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

UMY Lepas 1950 Mahasiswa KKN

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
18 Juli, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabidan Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melepas 1950 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata. Para mahasiswa disebar ke 11 kabupaten di Jawa Tengah dan DIY seperti Pemalang, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Magelang, Purworejo, Kebumen, Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul dan Sleman.

“KKN UMY merupakan pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan dibimbing Dosen Pembimbing lapang, lokasi KKN ialah Desa Mitra ataupun Calon Desa Mitra KKN UMY,” ungkap Kepala LP3M Dr Ir Gatot Supangkat, MP di Sportorium UMY, Kamis (18/7).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Turut hadir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman, SpS, MKes, Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP, Pegiat Social Movement Indonesia Eko Prasetyo, Bappeda Kabupaten Kulon Progo Agus Setiawan dan para perwakilan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa Mitra UMY.

Menurut Gatot, KKN merupakan tempat bagi mahasiswa untuk belajar di masyarakat, tempat mahasiswa melihat dan merasakan kondisi riil masyarakat. “Harapan besar kami, ketika mahasiswa lulus mempunyai peran di masyarakat sebagai wujud peningkatan empati mahasiswa terhadap masyarakat sebagai pengejawantahan surat Al-Ma’un,” tuturnya.

Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP menyampaikan selain KKN Reguler, UMY juga menerjunkan mahasiswa KKN 3T ke daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal. Seperti Kalimantan Utara, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Gunawan berharap mahasiswa KKN mampu menjadi fasilitator masyarakat maupun komunitas yang akan membantu masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. “Saya berharap bahwa program-program yang dilaksanakan tidak muluk-muluk, tetapi mengena dan betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman, SpS, MKes mengungkapkan bahwa KKN merupakan sarana untuk belajar dan bekerja sama karena dalam satu kelompok terdapat peserta yang berasal dari berbagai fakultas. “Ketika turun ke masyarakat, dengan ilmu yang kita miliki, kita akan menjadi penggerak-penggerak masyarakat,” kata Agus. (Riz)

Tags: Agus TaufiqurrahmanmuhammadiyahUMY
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post

Muhammadiyah-KPK Tandatangani MoU Anti Korupsi

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In