• Tentang SM
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Senin, Januari 12, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Sinergi Pendidikan Pancasila dengan Pandangan Islam Moderat

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
31 Agustus, 2019
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs A Dahlan Rais, MHum membuka secara resmi Lokakarya Perencanaan Program Revitalisasi dan Institusionalisasi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi (RIPP-PT).

Agenda tersebut dihelat oleh Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta di Surakarta, Kamis-Jum’at (29-30/8). Dahlan menyampaikan bahwa para pendiri bangsa menyusun Pancasila berdasarkan atas dua hal keyakinan (belief) dan ilmu (knowledge).

Baca Juga

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

Menurutnya sistem keyakinan harus dilandasi oleh pemahaman beragama yang terbuka terhadap kemajuan dan pembaharuan (tajdid), sedangkan sistem pengetahuan melandasi praktik bernegara dan berbangsa yang paripurna.

Dahlan Rais menegaskan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberi dukungan dan apresiasi penuh atas program Pendidikan Pancasila yang disinergikan dengan pendidikan agama Islam berwawasan kemajuan dan berprinsip moderasi ini.

Yanuar Ihtiyarso sebagai Program Manajer program RIPP-PT menuturkan agenda dua hari ini diperkaya oleh narasumber dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan lembaga-lembaga pemerintah terkait.

Diantaranya Prof Dr Abdul Munir Mulkhan selaku pengurus Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Dr Ma’mun Murod Ketua Pusat Studi Pancasila dan Islam, Dr Ahmad Muhibbin Ketua Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UMS, Prof Dr Bambang Sumardjoko dan Prof Dr Markhamah dari Pascasarjana UMS, Listia Suprobo dari Nahdlatul Ulama dan penggerak Pendidikan Berparadigma Pancasila, Dr Sirin Wahyu Nugroho Kasubdit Pendidikan Akademik Ditjen BELMAWA KEMENRISTEK DIKTI, dan Dr Sobri AR Direktur Pengkajian Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

PSBPS UMS menggandeng mitra utama Lembaga Pengembangan Ilmu Dasar dan Bahasa (LPIDB) UMS. LPIDB berperan strategis mengingat tugas dan fungsi pokoknya sebagai lembaga yang merumuskan, mengkoordinasi dan melaksanakan pembelajaran Pancasila di kampus.

Ketua LPIDB, M Thoyibi, menyatakan bahwa pendidikan Pancasila beririsan dengan pendidikan agama dalam arti keduanya membidik pada penguatan karakter mahasiswa sebagai pribadi, anggota masyarakat maupun sebagai warga negara. Oleh karena itu, program ini menjadi penting agar menjadi model alternatif pendidikan Pancasila di perguruan tinggi.

Yayah Khisbiyah selaku Direktur Eksekutif PSBPS UMS dalam sambutan orientasinya menuturkan tujuan lokakarya adalah menggali masukan dan saran terhadap hasil awal penelitian sebagai evidence-based data dalam melakukan advokasi kebijakan, revitalisasi buku ajar dan modul di universitas, dan merancang pembelajaran Pancasila bermetode andragogi.

Yayah juga menekankan perlunya mengukuhkan jejaring lintas-golongan dan lintas-sektoral guna menggalang dukungan dan kerjasama dari lembaga-lembaga pemerintah maupun masyarakat sipil dalam rangka implementasi visi bersama mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila dalam perilaku sehari-hari.

Prof Munir Mulkhan lebih lanjut menegaskan tentang Pendidikan Pancasila sebagai sistem etik agar mengejawantah dalam laku nyata. Sementara itu, Dr. Ma’mun Murod melengkapi dengan pandangan perlunya implementasi Pancasila dimulai oleh para pejabat, politisi dan pelaku penyelenggara pemerintahan atau “State actors”.

Dr Muhibbin dan Listia Suprobo menguatkan penerapan pedagogi Pancasila sebagai sistem pengetahuan yang terintegrasi untuk mengembangkan kecerdasan, partisipasi dan tanggungjawab kewargaan mahasiswa. (Riz)

Tags: Dahlan RaismuhammadiyahPendidikan Pancasila dan Islam Moderat
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah
Berita

Deni Asy’ari Tekankan Relevansinya Mengonsolidasikan Gerakan Ekonomi Berjamaah

28 September, 2024
Prof Dr Abdul Mu'ti
Berita

Muhammadiyah Kritik DPR Langgar Keputusan MK

22 Agustus, 2024
Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah
Berita

Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat, Muhammadiyah MoU dengan BCA Syariah

2 Juli, 2024
Next Post
HUT RI ke-74, Muhammadiyah Malaysia Upacara Bendera Sambil ‘Seronok’ Berlomba

HUT RI ke-74, Muhammadiyah Malaysia Upacara Bendera Sambil ‘Seronok’ Berlomba

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In