• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Napak Tilas 102 Tahun Thawalib – Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
7 September, 2019
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

PADANG PANJANG, Suara Muhammadiyah – Sejarah mencatat Sumatera Thawalib memiliki kaitan erat dan berperan dalam penyebaran Muhammadiyah ke seluruh Nusantara. Kunjungan Haji Rosul atau Dr Karim Amrullah yang tidak lain adalah ayahanda Buya Hamka ke Yogyakarta ketika bertemu dengan Kiai Haji Ahmad Dahlan menjadi pertemuan yang sangat penting.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Thawalib Padang Panjang Ali Usman Syuib dalam menyambut Ketua Umum PP Muhammadiyah, di Ponpes Thawalib Putra Padang Panjang, Jum’at (6/6). “Hubungan Thawalib dengan Muhammadiyah yang sudah terjalin selama 102 tahun lalu, kisah tersebut terulang kembali di tahun 2019 ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bapak Haedar Nashir berkungkung ke Thawalib,” ungkap Ustadz Hidayat

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Menurutnya kunjungan Haedar Nashir merupakan sebuah napak tilas sejarah yang berharga. Seakan-akan kembali mengingatkan kunjungan balasan orang pertama Muhammadiyah ke Thawalib Padang Panjang.

Dalam kunjungan tersebut Haedar diundang untuk menyampaikan Kuliah Umum tentang “Peran Pendidikan Thawalib terhadap Sistem Pendidikan Islam di Indonesia”.

Haedar mengungkapkan Muhammadiyah dan Sumatera Thawalib memiliki kaitan erat terkait pembaharuan sistem pendidikan untuk meraih kemajuan umat. Lulusan Thawalib pun telah banyak berkontribusi bagi Persyarikatan Muhammadiyah. Seperti Buya Hamka, Buya AR Sutan Mansur yang pernah menjadi Ketua PP Muhammadiyah, dan berbagai tokoh lain, baik di Sumatera Barat maupun Indonesia.

Kemudian Haedar juga mengungkapkan bahwa salah satu alumni Thawalib Padang Panjang kini menjadi Direktur Suara Muhammadiyah yaitu Deni Asy’ari, MA. “Saya bangga sekali dan terimakasih atas napak tilasnya, jadi 102 tahun yang lalu Buya Haji Rosul ke Kiai Dahlan, sekarang kita yang mewakili Kiai Dahlan ke Thawalib untuk menyambung silaturahim,” ungkap Haedar.

Walikota Padang Panjang Fadly Amran, BBA memperkenalkan bahwa Kota Padang Panjang merupakan sebagai Serambi Mekkah yang memiliki lembaga pendidikan Islam maju seperti Thawalib, Diniyah, maupun Kauman Padang Panjang. “Itulah yang menjadi jadi diri Kota Padang Panjang,” tandasnya. (Riz)

Tags: muhammadiyahsejarah thawalib padang panjang
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post

Kalender Islam Global dan Pencerahan Peradaban

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In