• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Trimas, Pejuang Mimpi dari Banyumas

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
1 Maret, 2020
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Trimas, Pejuang Mimpi dari Banyumas
Share

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Trimas Adi Safitri merasa tak percaya dirinya bisa mengenakan baju dan toga wisuda. Selama 3,5 tahun menjalani masa kuliah, banyak suka-duka yang dialami. Bahkan, kesulitan ekonomi yang menyebabkan ia harus menunggak biaya kuliah, sampai membuatnya putus asa dan nyaris berhenti kuliah.

“Bapak saya hanya bekerja sebagai buruh tani dan ibu saya, ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan adik saya ada dua orang yang masih sekolah di SD dan SMA. Sehingga bisa lulus menjadi sarjana itu seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Trimas usai menyampaikan pesan dan kesan mewakili 686 wisudawan, Sabtu (29/2/2020).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Lebih lanjut Trimas bertutur, ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Bapaknya, Ahmad Susanto bekerja sebagai buruh tani dan ibunya, Suriah tidak bekerja. Trimas merupakan anak ke-3 dari lima bersaudara. Dua kakaknya sudah bekerja, namun gajinya juga masih pas-pasan.

“Pada semester tiga, saya pernah tidak bisa melunasi uang kuliah. Saat itu, saya sudah putus asa, karena untuk memaksa bapak menyediakan uang dalam jumlah besar tidak mungkin. Namun, kemudian kakak saya yang sudah bekerja membantu, karena ia baru diangkat menjadi pegawai, sehingga saya bisa meneruskan kuliah hingga tuntas,” tuturnya sambil berkaca-kaca.

Trimas sendiri tidak mau berpangku tangan dan hanya mengandalkan uang dari orang tua dan kakaknya saja. Di tengah kesibukannyua kuliah, ia memberikan tutor kepada siswa SMP dan SMA, atas rekomendasi dari salah satu dosennya.

Ia mengajar mata pelajaran Matematika dan IPA. Dan dari honor mengajar ini, ia bisa memenuhi kebutuhan kuliahnya, terutama untuk uang transport dari Cilongok ke Purwokerto yang jaraknya lumayan jauh.

“Saya sangat berterima kasih kepada dosen yang sudah memberikan kesempatan saya untuk mengajar di SMP dan SMA, karena hal tersebut sangat membantu biaya kuliah saya,” katanya.(tgr/una)

Tags: inspirasimuhammadiyahUMP
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Pejuang Kemerdekaan

Meneropong Sejarah Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta

  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In