• Disclaimer
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
Kamis, April 2, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Dampak Corona di Negeri Gingseng, Ketua PCIM Korea: Kedubes Rangkul Komunitas Muslim

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
7 Maret, 2020
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dampak Corona di Negeri Gingseng, Ketua PCIM Korea: Kedubes Rangkul Komunitas Muslim
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Virus Corona sejak menjadi epidemi di Wuhan, China, penyebarannya dinilai massif ke berbagai negara dan telah menginfeksi ratusan ribu orang. Negara yang paling terkena dampak setelah China salah satunya adalah Korea Selatan.

Berdasarkan informasi dari Ketua PCIM Korea, Teguh Dwi Saputro yang bertempat tinggal di Siheung-si, provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, menjelaskan kepada Suara Muhammadiyah pada Jumat (6/3) bahwa kondisi warga Korea Selatan hingga kini masih normal dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja untuk kegiatan diluar sedikit dikurangi. Menurutnya di Siheung-si sendiri sebelum terjadinya virus corona sehari-hari memang tampak sepi.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Teguh mengungkapkan Kondisi WNI di Korea Selatan yang berjumlah kurang lebih 70.000 orang dan khususnya warga Muhammadiyah sendiri sampai saat ini masih baik – baik saja dan belum ada yang tertular virus corona. Hal ini bisa dilihat dari kegiatan sehari hari WNI Muslim disana yang melakukan wudhu setiap watu shalat otomatis membersihkan tangan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah Korea Selatan.

Sebelum Virus Corona merebak, pemerintah Korea Selatan sendiri sudah melakukan sosialisasi dengan membagikan masker. Kedubes dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) pun juga melakukan hal yang sama yaitu dengan melakukan sosialisasi ke masjid – masjid dengan merangkul komunitas Muslim yang ada di Korea Selatan supaya bisa mengkomunikasikannya dengan masyarakat WNI yang ada di Korea Selatan agar tidak tertular Virus Corona.

Karena, masih kata Teguh, jika kedubes dan KJRI tidak merangkul komunitas Muslim, personil mereka kurang untuk melakukan sosialisasi disana. Oleh sebab itu, Kedubes dan KJRI meminta bantuan dengan merangkul komunitas Muslim yang ada disana. “Yang dibutuhkan WNI yang ada di korea adalah masker. Karena WNI di Korea masih sangat kekurangan masker,” pungkasnya. (AJA)

Tags: Covid-19muhammadiyahPCIM Korea
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Pembukaan Muktamar 48 batik nasional

Kata Mereka

  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In