• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Haedar Nashir: Saya Bangga Pernah Menjadi Bagian IPM

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
19 Juli, 2020
in Berita
Reading Time: 1 min read
A A
0
Share

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah bagian yang menyatu padu dengan misi dakwah dan tajdid Muhammadiyah. Usia 59 tahun bukan waktu yang singkat. Usia tersebut dapat dijadikan barometer tentang seberapa jauh IPM memberikan manfaat bagi kehidupan khususnya pelajar.

“Saya sangat gembira dan sekaligus bangga karena saya pernah menjadi bagian dari organisasi ini. Perjalanan aktif di IPM ini menjadi pondasi yang kuat dalam memajukan gerakan dakwah dan tajdid di Muhammadiyah,” ungkap Haedar Nashir dalam acara malam Refleksi Milad ke-59 IPM (18/7).

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan, dalam menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat, IPM memiliki tugas untuk mentransformasikan nilai-nilai dasar kepada kehidupan pelajar. Tugas tersebut tercermin dari slogan IPM yang sangat kuat “Demi pena dan segala apa yang dituliskannya”. Dalam tafsirnya, Ibnu Kasir mengaitkan ayat ini dengan firman Allah QS. Al-Alaq tentang pentingnya membaca. “Slogan ini harus mampu menjadi kekuatan dalam menggerakkan roda organisasi serta memajukan semesta,” pesannya.

Dalam konteks Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid, IPM memiliki posisi serta peran yang sangat penting. Muhammadiyah dan IPM merupakan kesatuan yang utuh. Ada untuk saling mendukung dan memajukan. Maka dibutuhkan kajian dan pemahaman yang mendalam untuk menegakkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Mengasah kembali pemahaman tentang konsep bayani, burhani, serta irfani di dalam Al-Qur’an. “Diusianya yang ke-59 tahun tentu tidak menjadi penghalang bagi IPM untuk menyerap apa pun. Kita harus terus belajar,” ujarnya.

Di samping itu, warga IPM diharapkan mampu memahami serta mengaktualisasikan janji pelajar dengan tekad dan kesungguhan. Membudayakan tradisi membaca karena akan menjadi kekuatan serta modal besar di masa yang akan datang. Dengan banyaknya bacaan akan membuat seseorang semakin bijaksana. “Jangan sampai kita merasa paling benar, paling suci, dan kemudian memakai pakaian Tuhan. Kita harus terus mengasah diri,” tegas Haedar. (diko)

Tags: Haedar Nashirmilad ipm ke-59muhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post

Dubes RI di Lebanon Ucapkan Selamat Milad IPM ke-59

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In