YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad, MSi dalam sambutannya mengajak para mubaligh Muhammadiyah untuk lebih bersemangat lagi dalam berdakwah.
“Dalam berdakwah harus bersemangat seperti KH Ahmad Dahlan, meskipun sedang sakit dan diperingatkan oleh Nyai Walidah maupun dokter, tetapi beliau tetap berdakwah serta bertabligh ke tempat-tempat yang mengundangnya,” ungkap Prof Dadang Kahmad, Sabtu, 3 April 2021.
Menurutnya dalam semangat berdakwah bisa berkaca dari Surat Yasin Ayat 20-21, Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu” (20); Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (21).
“Tanpa semangat yang membara dan menggebu, kita tidak akan berhasil dan jangan kalah oleh kemunkaran. Ini perlu menjadi etos dalam berdakwah,” tutur Prof Dadang Kahmad.
Akan tetapi yang perlu menjadi perhatian dalam berdakwah saat ini adalah semangat dalam mengisi dakwah di dunia digital. Melalui Rakornas Majelis Tabligh, diharapkan dapat disusun baik melaksanakan penyelesaian program maupun melakukan prioritas program.
Menurut Prof Dadang, saat ini Muhammadiyah cenderung lebih banyak berkecimpung di dakwah kelas menengah. Selain itu, Muhammadiyah harus mendorong gerakan dakwahnya kepada kaum milenial.
Rekomendasi Muktamar ke-47 di Makassar memiliki rekomendasi dalam melaksanakan dakwah pencerahan berbasis komunitas. Yaitu perlunya membagi medan dakwah berdasarkan klasifikasi sosial, mulai dari kelas atas, kelas menengah, kelas bawah, kelas marginal, kelas komunitas, kelas virtual, dan lain sebagainya.
Dalam menyasar generasi milenial bisa dilakukan dengan strategi dakwah virtual. Termasuk dalam melalui kanal-kanal digital dan media sosial. “Oleh karena itu, dalam Rakornas ini marilah kita meng-azzam-kan diri untuk lebih memfokuskan tabligh sebagai ujung tombak dari gerakan keagamaan Muhammadiyah,” tutur Prof Dadang.
Kemudian Ketua PP Muhammadiyah tersebut mengapresiasi Majelis Tabligh dalam merealisasikan Institut Tabligh Muhammadiyah. “Gedung Institut Tabligh Muhammadiyah yang sangat bagus dan membanggakan, tinggal optimalisasi ke depan serta melengkapinya dengan fasilitas yang representatif,” tandas Prof Dadang Kahmad.
Rakornas Majelis Tabligh diikuti oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, perwakilan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia, dan perwakilan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah yang berada di luar negeri.
“Rasa kesatuan kita sebagai sesama warga persyarikatan Muhammadiyah dibangun untuk saling menyayangi, saling bertoleransi dan saling mendukung. Tidak untuk saling mencaci dan merendahkan,” pungkasnya. (Riz)
