KALINA, Wajah Baru Dakwah NA di Kota Perwira

KALINA

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah – Pandemi belum berakhir, tetapi harus tetap ada amaliyah Ramadan di tahun 1442 H/2021. Ide kreatif harus terus digali, agar waktu dapat dimanfaatkan dengan baik dan tidak terbuang sia-sia. Terutama dalam rangka memberikan asupan rohani bagi para kader, simpatisan, dan semua jamaahnya.

Muncullah Kajian Online Nasyiatul Aisyiyah (KALINA). Upaya tersebut merupakan wujud kerja cerdas para putri Muhammadiyah Purbalingga, yakni Pimpinan Daerah Nasyiatul Ausyiyah (PDNA) Purbalingga yang tidak menyerah kepada keadaan atau kondisi karena pandemi. Melalui brand atau singkatan yang juga sebagai nama kegiatan, yaitu KALINA, kajian dilaksanakan setiap hari.

Menurut Siti Nurhasanah, sekretaris 1 PDNA Purbalingga, bahwa kegiatan Kalina ini adalah realisasi himbauan dari Pimpinan Pusat dan Wilayah, supaya mengadakan kegiatan dibulan Ramadan. Sehingga PDNA Purbalingga berinisiatif mengadakan kajian di masa pandemi dan memanfaatkan media sosial.

Selanjutnya Siti menyampaikan bahwa kajian dilaksanakan setiap hari, mulai pukul 17.00 sampai dengan berbuka puasa.

Materi disampaikan melalui Voice Note, dengan durasi kurang lebih 10-15 menit. Dimoderatori oleh PDNA secara terjadwal dan dilanjutkan tanya jawab. Teknisnya, kajian dibuka oleh moderator, kemudian ditayangkan curriculum vitae pemateri dan mempersilahkan pemateri untuk share rekaman di grup WA PDNA Purbalingga. Kemudian setelah peserta menyimak uraian hikmah, dilanjutkan forum tanya jawab.

“Pemateri dihadirkan dari PDNA, PDA, PDM, PDPM dan da’i Purbalingga. Pesertanya adalah seluruh anggota grup WA NA se Daerah Purbalingga dan NA Cabang serta Ranting,” tutup Siti.

Ditemui secara terpisah, ketua PDNA Purbalingga, Janisah, menyampaikan bahwa salah satu tujuan diadakannya Kalina ini, adalah untuk menginventarisir dai-dai di Purbalingga, terutama dari Nasiatul Aisyiyah. Sehingga diharapkan, apabila suatu saat nanti anggota membutuhkan, tidak kesulitan lagi. Selain itu, juga sebagai media menyirami rohani, agar selalu tumbuh subur kebaikan demi kebaikan. Apabila tidak selalu disirami dengan air kesejukan, khawatir tanaman akan menjadi layu dan kering.

Sementara itu menurut salah satu peserta kajian online ini, Tariyah, dari PCNA Losari, mengatakan kajian online PDNA sangat bermanfaat untuk saya terutama dan juga Nasiah-nasiah yang lain. Materinya sesuai dengan peran kita sebagai perempuan yang berkemajuan. Kita perempuan ingin maju, ingin berilmu, sehingga dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik di dalam keluarga dan masyarakat.

Harapannya, nanti akan lebih banyak lagi peserta yang dapat bergabung. KALINA juga sangat sesuai di masa pandemi ini. Kita harus jaga jarak, tidak berkerumun. Walaupun banyak kesibukan, masih dapat mengaji secara online. Kadang kita sambil masak, sambil menyiapkan buka puasa keluarga, tetapi masih dapat mengikuti materinya. Selain itu, materinya juga dapat didengarkan ulang dan di share ke teman-teman yang belum mengikuti kajian.

“Hanya saja kalau menurut saya, materinya kurang banyak, cuma sebentar. Mungkin untuk KALINA kedepannya dapat lebih lama lagi. Kalau memungkinkan, dapat memakai Zoom, sehingga biar lebih mantap,” Pungkas Tariyah.(AP)

Exit mobile version