• Disclaimer
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Term & Condition
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
Suara Muhammadiyah
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora
No Result
View All Result
suaramuhammadiyah
No Result
View All Result

Prof Abdul Mu’ti Bangga Jadi Alumni IMM

Suara Muhammadiyah by Suara Muhammadiyah
14 Maret, 2022
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Prof Abdul Mu’ti Bangga Jadi Alumni IMM
Share

Prof Abdul Mu’ti Bangga Jadi Alumni IMM

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti mengaku bangga pernah berproses menjadi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Meski, dirinya hanya aktif berproses menjadi kader unggul IMM sampai tingkatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM.

Baca Juga

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

“Saya sekarang memang diamanahi jadi Sekum PP Muhammadiyah. Tapi saya juga mau disebut alumni IMM. Saya pernah dikader di IMM. Meski hanya sampai tingkat DPD IMM saja, dan itu pun tidak sampai selesai karena harus melanjutkan kuliah ke luar negeri. Tapi aaya bangga pernah dikader dan kini menjadi alumni IMM,” ujarnya dalam pembukaan acara Resepsi Milad IMM ke-58 yang diselenggarakan oleh Forum Keluarga Alumni (Fokal) IMM Jawa Timur.

Resepsi Milad ke-58 ini diadakan di Aula Mas Mansyur Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Jl Kertomenanggal VI/1 Surabaya, Senin (14/3/2022). Adapun agenda acara diisi dengan pengukuhan 20 Koordinator Daerah (Korda) Fokal IMM se-Jatim, dan Launching Graha Fokal IMM Jatim. Juga ada acara sarasehan dan seminar kebangsan.

Prof Mu’ti kemudian menceritakan perjalanannya ketika aktif berproses menjadi kader IMM di IAIN Walisongo, Semarang, Jawa tengah. Waktu itu, ceritanya, IMM menjadi Kelompok minoritas di Kampus IAIN Walisongo. Meski begitu, IMM di IAIN Walisongo bisa menjadi kelompok minoritas yang kreatif.

“Waktu itu, kita memang memang minoritas. Tapi kalau urusan ada beasiswa, misalnya, anak IMM selalu dapat. Kita di sana memang minoritas tapi printer-pinter. Mentes-mentes kadernya. Sehingga IMM tidak mudah dipetes. Kita membangun kemandirian IMM di sana dengan militansi dan kualitas. Itu kelebihan kami selama menjadi IMM,” ceritanya.

Prof Mu’ti mengungkapkan, karirnya saat ini, baik itu karir di Persyarikatan Muhammadiyah maupun dalam dunia ademik, memang tidak bisa dilepaskan dari kontribusi dan peran serta dari proses perkaderan di IMM. Pun demikian secara kekaderan di Muhammadiyah, terutama penguatan secara ideologi dan militansinya, diakuinya terbentuk ketika dirinya aktif dikaderisasi IMM.

“Sembagai mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PP PM), saya itu tidak pernah ikut perkaderan di Pemuda Muhammadiyah. Maka bisa dikata, Pemuda Muhammadiyah yang memanen hasil saya di IMM. Karena saya sudah dikader di IMM,” jelasnya.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan, adapun kekuatan terbesar dari IMM adalah diranah intelektual. “Keunggulan itu yang membuat kita bisa berfastabikhul khairat dengan organisasi lain. Juga dengan kader kemahasiswaan intra maupun ekstra kampus,” tutur Prof Abdul Mu’ti.

Prof Mu’ti meminta supaya kader IMM bangga dengan sebutan Immawan (laki-laki) maupun Immawati (kader perempuan). “Jangan memangil kawan-kawan, atau teman-teman ke sesama kader. Panggilan itu tidak menunjukkan adanya semangat perjuangan dan identitas organisasi,” pungkasnya.(Aan Hariyanto)

Tags: milad 53 immmuhammadiyah
Suara Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Related Posts

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
Berita

Green Hajj Bisa Jadi Solusi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

11 Maret, 2026
Prof Abdul Mu’ti di Mata Para Kolega
Berita

Seberapa Sering Membaca, Bukan Seberapa Banyak yang Dibaca

11 Maret, 2026
Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara
Berita

Kekerdilan Berpikir Membuat Manusia Alpa dengan Nikmat Allah Tiada Tara

11 Maret, 2026
Next Post
Paragon

Selamat! Paragon Raih Penghargaan Anugerah Diktiristek

Please login to join discussion
  • Kotak Pos
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media

© SM 2021

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Khazanah
  • Hadlarah
  • Khutbah
  • Tanya Jawab Agama
  • Wawasan
  • Humaniora

© SM 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In